Iklan Energen Tidak Mendidik
“Energen dengan Sigmavit, suatu paduan vitamin, mineral, dan protein dalam jumlah dan komposisi tepat yang dibutuhkan tubuh dalam fase pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan kesehatan. Energen ini tersaji dalam tiga pilihan rasa, coklat, vanila, dan kacang ijo. Penyajian energen ini juga cukup mudah dengan menuangkan air hangat 150 ml ke dalam gelas yang telah berisi energen.Energen ini mengandung beberapa vitamin, yaitu: Vitamin A, Vitamin B Complex, Vitamin D, Vitamin E, dan Kalsium.”
Begitulah bunyi testimonial dari Wikimu sebuah portal informasi komunitas independen dengan konsep partisipatif. Mereka mengangkat mengenai produk energen sereal dari Mayora, dan ternyata mendapat 5 respon positif, dan 1 negatif. Tapi yang lebih hebat lagi pintunet.com sebuah situs suara konsumen yang ternyata mendapatkan 92 opini mengenai energen, both kelebihan dan kekurangan produk, tapi kebanyakan nadanya memuji energen. Kesimpulannya, energen banyak disenangi konsumen. Tapi 1 hal yang sangat saya sayangkan: iklannya tidak mendidik.
Mengapa saya mengatakan demikian? Energen mengatakan produknya memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Padahal, seperti yang saya bahas pada artikel “Pedoman Umum Gizi Seimbang” sejak tahun 1992 Indonesia sudah mempunyai pedoman baru. Pedoman Umum Gizi Seimbang, namanya. Ada 13 pesan di dalamnya.
PUGS memang bukan untuk dihapalkan seperti pelajaran untuk anak SD; PUGS dicanangkan untuk dipahami, dan tentu saja diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Against 4 sehat 5 sempurna, jauh lebih banyak dan jauh dari kesan praktis, tetapi 13 pesan ini justru lebih dekat dengan kesehatan dan detail, mudah dipraktekkan.
Untuk lebih membandingkan, coba kita lihat pesan 4 sehat 5 sempurna (4S5S). Pada pesan tersebut, dikatakan bahwa untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, dibutuhkan komponen nasi (sumber karbohidrat), lauk hewani (sumber protein hewani), lauk nabati (sumber protein nabati), sayur, buah (sumber vitamin dan mineral) dan susu. Di sana tidak di atur mengenai kuantitas dari masing-masing unsur. Maksud saya, setiap orang yang menerima pesan ini akan bebas mengartikan sesuai opini masing-masing.
“Apakah dengan mengkonsumsi seluruh unsur tersebut dengan jumlah yang semuanya sedikit (asal ada saja), maka saya akan menjadi sehat?”
“Apakah dengan banyak makan daging dan jerohan dengan sedikit makan sayur, saya akan selamat?”
“Apakah minum susu setiap hari akan membuat saya tambah sehat atau malah makin sakit?”
Lagi-lagi ini masalah porsi, komposisi, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk hidup sehat.
Semoga masyarakat Indonesia semakin mengenal, memahami dan menerapkan PUGS, dan kepada seluruh ahli gizi dan mahasiswa gizi Indonesia, mari kita masyarakatkan PUGS!
Related article:
Pedoman Umum Gizi Seimbang,, apaan tuh?









Mengapa PUGS yang sudah dicanangkan sejak 15 thn y.l. belum juga populer? Nah… lagi2 masalah sosialisasi yang kurang! Terus terang aku heran, di negeri ini urusan sosialisasi lemah sekali. Pantas banyak hal penting yang seharusnya diketahui o/ masyarakat menjadi tak tersampaikan. Sepertinya kita perlu belajar banyak soal komunikasi efektif agar masalah lemahnya sosialisasi teratasi.
… he-he-he… kok malah ngomel2 ya… ;P
permatamerahputih
17 November, 2007 at 6:15 am
mba, yg cantiq,.. ^_^
boleh minta di kirimin software nutrclin ?
makasih ya sebelumnya
email nya ” ovi_neh@yahoo.com
oya, keren nich blognya,.. gizi banget !!!
ovie
8 December, 2007 at 6:40 am
satu lagi nih manfaat blog, bisa menjelaskan hal yang kurang jelas sama sekali.
Makasih ya rahma
anas
3 February, 2008 at 11:21 am