Gizi is Easy!

Sharing nutrition things and others

Obesitas pada Anak Balita

with 45 comments

Anak Anda memiliki berat badan berlebih? Mungkin pada saat mereka masih bayi, gemuk akan membuatnya tampak lucu. Akan tetapi, apabila menginjak usia prasekolah (4-6 tahun) status gizi anak masih obesitas, maka hal ini perlu menjadi perhatian khusus orang tua. Apabila hal ini tidak teratasi, berat badan berlebih (bahkan obesitas) akan berlanjut sampai anak beranjak remaja dan dewasa. Konsekuensi kelebihan berat badan pada anak juga menyangkut kesulitan-kesulitan dalam psikososial, seperti: diskrikminasi dari teman-teman, self-image negatif, depresi, dan penurunan sosialisasi. Menurut Freedman et al (1999), bukti-bukti saat ini menunjukkan bahwa banyak anak-anak overweight memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskuler, seperti: hyperlipidemia, hipertensi, atau hyperinsulinemia.

MENDETEKSI ANAK OBESITAS

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan apakah anak Anda memiliki berat badan berlebih? Secara singkat, BB lebih dapat dilihat dengan memperhatikan KMS anak Anda. Apabila di atas garis hijau, maka kemungkinan anak Anda memiliki berat badan berlebih. Selanjutnya, lihatlah tinggi badan anak Anda, proporsionalkah? Dari WHO-NCHS, tidak ada klasifikasi overweight atau obesitas. Sehingga, indikator ini sulit dilihat secara objektif.

Cara yang lain adalah dengan melihat grafik IMT (BMI, Body Mass Index) khusus anak di atas 2 tahun pada grafik di bawah ini:

Klasifikasinya adalah:
Persentil >95 : obesitas
Persentil 75-95 : overweight
persentil 25 – 75: normal
persentil <25 : kurang

MENGATASI ANAK OBESITAS

Anak yang obesitas, terutama apabila pembentukan jaringan lemaknya (the adiposity rebound) terjadi sebelum periode usia 5-7 tahun, memiliki kecenderungan berat badan berlebih saat tumbuh dewasa. Sama seperti orang dewasa, kelebihan berat badan anak terjadi karena ketidak seimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar; terlalu banyak makan, atau terlalu sedikit beraktivitas, atau pun keduanya. Akan tetapi, berbeda dengan orang dewasa, berat badan anak pada kasus obesitas tidak boleh diturunkan, karena penyusutan berat akan sekaligus menghilangkan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Laju pertumbuhan berat badan sebaiknya dihentikan atau diperlambat sampai proporsi berat terhadap tinggi badan mencapai normal. Perlambatan ini dapat dicapai dengan cara mengurangi makan sambil memperbanyak olahraga.

Kepada anak yang rakus makan dan terlanjur gemuk, bukan berarti dunia sudah kiamat. Kuncinya ada pada keluarga. Ada banyak cara untuk mengendalikan kegemukannya.

  1. Berilah susunan makanan yang sehat secara seimbang, awasi kebiasaan makannya, jangan berikan makanan yang kandungan lemaknya tinggi seperti gorengan. Pilihlah daging yang tidak berlemak, misalnya sebelum dimasak dan disajikan; Buanglah lemak (visible fat) dan kulit pada daging ayam.
  2. Berikan banyak sayuran dan buah setiap makan. Jangan banyak diberikan masakan yang memakai banyak lemak (misalnya bersantan kental).
  3. Upayakan banyak kesempatan beraktivitas fisik, terutama kegiatan di luar ruangan (outdoor) seperti lari, berenang, atau bermain bersama teman, bermain bola, dan lain-lain. Kurangi jam untuk menonton TV. Jangan berikan banyak makanan dan minuman manis, karena ini adalah sumber kalori yang dapat meningkatkan berat badan.
  4. Seandainya upaya di atas tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi bagaimana solusinya yang terbaik. Hindari pemakaian pil penurun berat badan karena ini berbahaya.

KEGEMUKAN PADA BAYI

Karena terlalu gemuk, proses perkembangan bayi bisa terlambat, misalnya terlambat untuk duduk dan berjalan, dibandingkan dengan bayi yang beratnya normal. Kaki bayi yang kelewat gemuk tidak mampu menahan berat badannya. Selain itu, kegemukan diperkirakan dapat menimbulkan penyakit pernapasan dan umumnya kegemukan ini akan dibawa sampai dewasa jika sejak dini cara pencegahannya tidak diupayakan.

Ada banyak cara untuk mencegah kegemukan berlanjut. Salah satunya, aturlah pola makan yang seimbang sejak dia mengenal aneka ragam makanan. Sebagai contoh, utamakan makanan berbahan segar yang cukup protein, karbohidrat, sayuran dan buah. Pola makan berlebihan yang diterapkan sejak bayi tentunya akan meningkat sesuai bertambahnya usia. Oleh karena itu, sejak dini diterapkan pola makan seimbang. Jika pola ini dilaksanakan, berat badan bayi relatif normal dan sehat. Dengan demikian, anak juga akan terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh obesitas.

DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Centers for Disease Control and Prevention. 2000. 2000 CDC growth charts for the United States: methods and development. Washington: Departement of Health and Human Services.
Freedman DS et al. 2001. Relationship of Childhood Obesity to Coronary Heart Disease Risk Factors in Adulthood: The Bogalusa Heart Study. Pediatrics 108:712.
Mahan, Kathleen dan Escott-stump. 2000. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy 11th Edition. NY: Saunders.
Soekirman, Susana H., Giarno, M.H., Lestari, Y. 2006. Hidup Sehat, Gizi Seimbang dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: Gramedia.
Supariasa, I. N., Bakri, B., Hajar, I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Written by Rahma

14 August, 2008 at 7:36 am

Posted in Nutrition's corner

Tagged with ,

45 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Yes,,
    yang pertama,,
    horeeeeee

    apa ta korban obesitas balita yah??
    kayaknya nggak siyh,,
    khukhu

    tHa_aDzeL

    14 August, 2008 at 10:26 am

  2. waduh anakku malah lagi gak doyan makan nih…
    umur baru 1 setengah tahun berat sekitar 10-11 kilo. kadang ibune malah jengkel sendiri kalo lagi suapin.

    edipurwa

    14 August, 2008 at 11:34 am

  3. aduhh.. untung si ammar gak obes.. meski berat..ototnya kuat soalnya suka lari2 ngejar tikus… :-)

    kucingkeren

    14 August, 2008 at 2:29 pm

  4. pic anaknya lucu..

    masih kecil udah segendut itu..

    emfajar

    14 August, 2008 at 2:57 pm

  5. lutchu bgt tuh…

    kalo saya kelebihan berat badan gak ya???

    My

    14 August, 2008 at 4:02 pm

  6. wah nyindir aku waktu kecil nieh…….
    hehehhe….. lam kenal aja deh…

    ma2nn_smile

    14 August, 2008 at 4:26 pm

  7. ternyata obesitas pada anak juga berbahaya ya, padahal kan kalo gendut lucu dan ngegemesin

    awi

    14 August, 2008 at 6:59 pm

  8. busettt gemuk amat tuh bocah ya?

    masenchipz

    14 August, 2008 at 7:39 pm

  9. 4. Seandainya upaya di atas tidak berhasil, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi bagaimana solusinya yang terbaik. Hindari pemakaian pil penurun berat badan karena ini berbahaya.

    Kalo konsultasinya ke bu rahmawati gimana?

    l5155st™

    14 August, 2008 at 9:22 pm

  10. Grafik nya sama kaya di Raport nya Vio… hehehe

    JoEy D`JuVe

    15 August, 2008 at 2:09 pm

  11. kasihan ya
    masih kecil dah kegemukan gitu
    mungkin saking sayang ORTU terhadap anaknyaj adi di suruh maka melulu :D

    achoey sang khilaf

    15 August, 2008 at 3:24 pm

  12. Sungguh ironi yahh kenyataan disekitar kita … Satu sisi masih ada aja anak yang meninggal karena busung lapar, gizi buruk dsb sementara disini …??
    hemmm …
    Jaga generasi penerus kami ya Rabb ….
    [Doa untuk seluruh anak Indonesia]
    ^_^

    BanNyu

    15 August, 2008 at 4:06 pm

  13. itu gambar anak siapa gede amat ????

    goncecs

    16 August, 2008 at 3:13 pm

  14. luthu banget pic na…

    lam kenal…

    nono

    16 August, 2008 at 6:09 pm

  15. TB 185
    BB 86
    termasuk obesitas nga mba

    hedi

    17 August, 2008 at 4:48 am

  16. bu saya dulu waktu sekolah di sd kelas 1-2 gemuk, sekarang sih kurus apalagi mondok di DN…
    mampir ke blog saya dong bu…

    f4hli

    17 August, 2008 at 11:38 am

  17. wah untung gw gak kena obesitas….
    thx ya udah kunjung…..

    ma2nn_smile

    17 August, 2008 at 6:31 pm

  18. wah infonya menarik..
    btw ini hasil dari laporan ya??

    hanggadamai

    18 August, 2008 at 1:20 pm

  19. Ini bukan laporan, Hangga.. :D
    sebenarnya artikel ini saya buat demi menjawab pertanyaan pak zaenal di “about me” yang foto anaknya dapat dibuka di sini:
    geocities.com/priapilihan2006/blog.html

    Saya jawab via artikel supaya lebih jelas dan semoga dapat berguna bagi masyarakat luas :)

    rahmawati

    18 August, 2008 at 7:22 pm

  20. Sayangnya masih banyak orang tua beranggapan bahwa anak gemuk itu menandakan anaknya sehat.

    >> begitulah, pak dokter.. :D

    imcw

    18 August, 2008 at 8:39 pm

  21. haduh gawat ya kalo punya anak gede :D

    http://hmcahyo.wordpress.com/

    heri

    19 August, 2008 at 12:15 pm

  22. Sebel banget klo ada orang bilang pertamax2 ngga di blog ngga di forum kaya gini terus. Halah kok malah ngomong ini yach…maaf ketularan anti pertamax di kaskus sih.

    Masalah obesitas ya, dulu ada temen saya yang obesitas juga,klo liat pic diatas kok sepertinya mirip benar ya. Tapi setelah dewasa kira-kira remaja lah berangsur-angsur bobotnya turun dan sekarang jadi langsing nih.

    Namun ada juga yang balitanya kurus, eh setelah remaja dan dewasa malah ndut … nih contohnya lagi nulis :P padahal aktivitas lumayanlah. Dari yang saya dengar nih genetika cukup berpengaruh juga terhadap tumbuh kembang anak. Maaf blum cari dari mbah google artikelnya so masih ngambang.

    winugroho

    19 August, 2008 at 2:29 pm

  23. Faktor genetik memang berpengaruh..
    Akan tetapi, untuk menyimpulkan bahwa faktor yang dominan pada diri seseorang adalah faktor genetik, tidak bisa serta merta dilakukan hanya dengan melihat keadaan BB-TB keluarganya.. Faktor genetik bisa kita jadikan sebagai penyebab obesitas apabila seseorang sudah melewati tahapan diet, olahraga, dan pemberian edukasi yang cukup terhadap sesuatu penyakit (dalam hal ini obesitas).
    Artinya, bila seseorang sudah mentok mencoba segala hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan BB dan tidak berhasil juga, berarti ada kelainan metabolisme pada dirinya. Apabila demikian, orang ini perlu konsul ke dokter untuk membantunya dengan medikasi.

    Begitu Pak Winugoroho :)
    Oya pak, URL nya belum aktif tuh .. saya jadi ngga bisa berkunjung balik deeh..

    rahmawati

    19 August, 2008 at 2:44 pm

  24. Enaknya dibuat kontes BAYI YANG GINIAN yah… selesai kontes langsung diregisterasi buat pelayanan OBE.
    heheee kan bisa ketangkap..
    salim

    limpo50

    27 August, 2008 at 6:57 am

  25. Salam kenal ..

    Saya dokter di puskesmas di kabupaten probolinggo, puskesmas kami sedang merencanakan akan membuat klinik tumbuh kembang. Pelayanan tumbuh kembang anak pada balita di kecamatan kami, dan juga pelayanan konsultasi online melalui blog kami

    http://balitakami.wordpress.com

    Mohon masukan, kritik dan saran untuk lebih berkembangnya blog ini sebagai tempat kita mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak kita.

    Terima kasih

    draguscn.

    draguscn

    17 September, 2008 at 8:49 am

  26. bgmn sbnrnya dampak pemberian makanan penambah berat badan pada bayi atau balita yang sekarang beredar di pasaran?

    huda

    26 September, 2008 at 1:35 pm

  27. Mba, artikelnya saya link ya .. terimakasih atas ijin sedot duluannya .. hehehe..

    draguscn

    11 October, 2008 at 9:56 am

  28. mau komentar, baca2 koment diatasnya dah komplit.. yang jelas artikelnya bagus… :)
    dan ijin untuk meng-links blog ya?

    ciwir

    24 October, 2008 at 10:55 pm

  29. hei……..
    9w lg binung niech…mo bkin karya tulis tTg Obesitas, buT blum bnyk sMber y9 9w dPtn….
    kAsih mSukan donk……………………

    iNaYa

    9 November, 2008 at 4:15 pm

  30. wah ndut nya…salam kenal..

    hymunk

    28 November, 2008 at 6:18 am

  31. mau nanya apa ada kontes bayi sehat

    jullius

    1 December, 2008 at 5:46 pm

  32. [...] Obesitas pada Anak Balita menjelaskan obesitas dari cara pengukuran sampai dengan penanganan. [...]

  33. saya punya anak laki2 3 th 8 bln dengan berat 28 kg, kayaknya udah obesitas ya? saya mau cari informasi tentang dokter gizi yang bisa saya datangi untuk konsul. Karena anak saya punya masalah dengan kakinya (bentuk O), yang menurut dokter ortopedinya karena beban tubuhnya terlalu berat dan harus dikuruskan. Kalau tidak kurus maka pembengkokan kakinya akan makin parah. Padahal saya sudah mengencerkan susu formulanya dan mengurangi makan utamanya (tidak 3 kali sehari). Trims banyak atas infonya

    rinik

    31 January, 2009 at 1:02 pm

  34. itu yang digendong anak manusia atau anak butho ijo ????

    kang baron

    2 February, 2009 at 11:34 pm

  35. wah..,info’y menarik juga..,akhrnya tgs w slesai juga…thanx y….bwt pnulis..

    eZy_ouf_u

    5 March, 2009 at 8:41 pm

  36. ughhh !!!!!!!!

    ksiand annag itu …..

    hruz gmana ea biar brat bdn.y normal kaia annag2 yg laend.y ????????????????????

    seny

    20 March, 2009 at 11:27 am

  37. foto_a cantik tapi kenapa kucingya kurus amat

    lisa

    17 May, 2009 at 11:36 am

  38. bayinya lucu…

    :>

    dewi

    25 May, 2009 at 4:24 pm

  39. Warning ….

    jangan smpe bayi anda menjadi gemuk, karena kegemukan
    (obesitas) bisa menimbulkan penyakit DM (Diabetes Melitus)….. ok ok??

    dewi

    25 May, 2009 at 4:29 pm

  40. mengerikan kalo gemuk itu

    adi nugroho

    27 May, 2009 at 3:19 pm

  41. gemuk bukan jaminan anak sehat…lagi….kasian kalo ampe kaya gitu

    martha

    8 June, 2009 at 9:27 pm

  42. Greenfield Organik (GFO) Melilea SOLUSI PENGGANTI MAKANAN POKOK SEHARI-HARI UNTUK HIDUP LEBIH SEHAT DAN LEBIH CANTIK (HEALTHY AND BEAUTY)

    Kenapa harus Greenfield Organic (GFO) Melilea ?
    GFO Melilea sangat baik digunakan sebagai makanan pengganti terutama bagi penderita sakit kronis yang pantang terhadap berbagai produk makanan yang banyak mengandung lemak hewani, seperti daging, jeroan, telur, dll. Juga termasuk pantang terhadap makanan yang sekarang banyak beredar ditengah-tengah kita yaitu makanan yang dari mulai proses penanaman, pengolahan, dan penyajiaannya menggunakan berbagai produk-produk kimia an-organic, seperti pupuk urea, TSP, KCL, pestisida, insektisida, bahan pengawet seperti formalin, boraq, juga zat-zat pewarna kimia seperti pewarna textil, pewarna tembok serta zat perasa seperti gula full fet, garam berlebihan, MSG dll.
    GFO Melilea dibuat dari bahan-bahan pertanian organic yang terbebas dari unsur-unsur kimia beracun seperti yang telah dikemukakan diatas.
    Konsep penggantian konsumsi makanan pengganti GFO Melilea ini di inspirasikan oleh produk air minum seperti AQUA. Ketika produk air minum ini pertama kali diluncurkan, ternyata respon masyarakat sangat negative, karena masyarakat waktu itu pada umumnya berpendapat “kenapa harus minum aqua yang harganya lebih mahal dari BBM, padahal kita punya air sumur, atau air pam, air sungai dll.?” Tetapi apa yang kita lihat sekarang, hampir setiap rumah tangga mengkonsumsi air kemasan, dan hampir semua orang menyebutnya aqua walaupun merk yang dikonsumsinya bukan aqua. Pada umumnya masyarakat terutama yang tinggal diperkotaan merasa sumber air mereka yang dari sumur, sungai dan PAM sudah semakin tercemar dengan berbagai limbah kimia beracun.
    Demikian halnya dengan GFO Melilea ini, dia bukan suplemen dan bukan obat, melainkan makanan organik sebagai pengganti makanan kita sehari-hari, yang kita tahu sudah sangat tercemar dan sangat tidak sehat dari mulai proses penanaman, pengolahan bahan dan proses penyajian sampai di meja makan kita.
    Penggunaan GFO Melilea secara rutin dengan cara yang benar akan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan sekaligus meningkatkan kualitas hidup kita. Sesuai Motto GFO Melilea yakni : “HEALTHY AND BEAUTY”

    GFO Melilea diformulasikan khusus oleh peneliti dan ahli organic terkemuka, Dr Henry Chang, dengan didasari oleh tiga keampuhan-keampuhan terunggul didunia:
    1. Fungsi-fungsi Makanan Organik
    2. Fungsi-fungsi Naturopati
    3. Fungsi-fungsi Penyembuhan Alami.
    GFO Melilea berisikan lebih dari 20 macam bahan yang telah di nyatakan bebas kimia hingga pada taraf 0%, termasuk di dalamnya golden grain, sayur-sayuran dan buah-buahan, dan biji-bijian yang diproses dengan menggunakan teknologi terkini dan tercanggih. Nutrisi botanik yang tak ternilai ini di formulasikan untuk membentuk keseimbangan di tubuh kita.
    GFO Melilea menyajikan campuran serat yang dapat dilarutkan, bahkan ia mampu sebagai pembersih tubuh yang baik (detox). Makanan organik alami ini memberikan nutrisi botanikal alami termasuk vitamins, garam mineral serta fitonutrient (nutrisi dari tumbuhan).
    GFO Melilea dapat digunakani untuk segala usia dan segala kondisi, antara lain :
    • Muda, masa remaja.
    • Sehat, sadar akan pentingnya kesehatan.
    • Kelemahan umum.
    • Menderita Diabetes Melitus, Kanker, dan
    penyakit kronis/menahun.
    • Kekurangan berat badan/Kelebihan berat
    badan.
    • Sebelum melahirkan/sesudah melahirkan.
    • Sebelum-operasi/setelah-operasi.
    • Rematik, radang sendi,denyutan nadi.
    • Lanjut, masa tua.
    • Susah tidur.
    • Sembelit.
    • Haid tidak teratur.
    • Lemah, lesu, lelah.
    • Noda-noda penuaan, bintik-bintik hitam
    • Sistim kekebalan tubuh yang lemah.
    • Bermasalah pada fungsi organ tubuh seperti
    lever, pankreas, jantung, limpa usus, dan
    • Mengalamikomplikasi berbagai penyakit
    degeneratif lainnya.
    Petunjuk Penggunaan

    Step 1 Step 2 Step 3
    Campurkan 1 (satu) sendok takaran GFO Melilea kedalam segelas air (kurang lebih 250 ml). Aduk rata (sebaiknya dikocok dengan menggunakan gelas tutup kedap/taperware) dan langsung di minum. Untuk rasa yang lebih enak, Anda dapat mencampurkannya dengan Melilea Organik Henry apple Orchard, Orange Garden Organik, atau Soya Bean. Kurang lebih setengah jam kemudian disarankan minum air putih yang cukup.
    Tips mengkomsumsi yang baik
    Untuk detoksifikasi racun tubuh (usus) dianjurkan puasa makanan sehari-hari, dan digantikan dengan makanan organik GFO Melilea tersebut diatas secara teratur selama 3 sampai 7 hari. Setelah keluar toksin dalam bentuk kotoran yang berbentuk panjang pada hari ke 3 s/d ke 7, barulah makan seperti biasa dengan dosis yang dikurangi setengahnya dan tetap mengkonsumsi GFO Melilea minimal sehari sekali.
    Selanjutnya untuk mempertahankan kesehatan maksimal, gunakan GFO Melilea 2 kali sehari, pada waktu pagi, setengah jam sebelum sarapan dan malam hari setengah jam sebelum makan malam. Pastikan anda mengkomsumsi air yang cukup untuk mencegah konstipasi (sulit buang air besar).
    GFO Melilea dapat digunakan sebagai makanan pengganti. Jika ditujukan untuk menurunkan berat badan, gunakan GFO Melilea sebagai makanan pengganti sebelum makan makanan lainnya. Sebaliknya untuk menambah berat badan gunakan GFO Melilea sebagai makanan pengganti sesudah makan makanan lainnya. Cara ini dapat mempercepat penurunan, dan taau menambah berat badan sampai batas seimbang/ideal dengan tinggi badan tanpa harus kehilangan nutrisi-nutrisi penting di dalam tubuh.
    Penghargaan
    • GFO Melilea di produksi oleh Greenfield
    Organic USA Corporation, dan pabrik nya
    terdaftar dengan no registrasi 00223706.
    • GFO Melilea telah melalui berbagai macam
    test laboratorium terkemuka dan lulus sebagai
    makanan yang sangat aman di komsumsi.
    • Memenuhi standard aturan produksi makanan
    yang ditetapkan oleh “Federal Good
    Manufacturing Practices (GMP)”
    • Memiliki sertifikat jaminan Halal dari IFANCA,
    (Islamic Food and Nutrition Council of America).

    Informasi lengkap SMS ke :
    omyosa : 081310104072,
    Rudy : 021-91719495,
    Bayu : 085691987845
    Petrus : 021-32282719,
    Amaludin : 021-98017986.

    omyosa

    15 June, 2009 at 2:38 pm

  43. Aku KTI ambil tentang obesitas pada balita. Artikel ini cukup membantu. makasih….

    asri ratnasari

    14 September, 2009 at 8:21 pm

  44. Info tambahan untuk menghindari obesitas dan menurunkan berat badan bagi penderita obesitas : Caranya dengan menggunakan MACADAMIA NUT OIL untuk semua bahan olahan makanan yang memerlukan minyak goreng seperti : gorengan, tumis sayur, gulai dll.

    MACADAMIA NUT OIL merupakan minyak nabati yang memiliki kandungan lemak tak jenuh yang paling tinggi dan mampu menghancurkan minyak jenuh, yang berasal dari kacang macadamia yang banyak tumbuh di Australia Timur dan Kepulauan Haiti.

    Macadamia Nut Oil yang beredar di Indonesia baru dikonsumsi oleh kalangan terbatas, yaitu komunitas pernderita penyakit jantung dan diabetes.

    Produk ini termasuk cukup mahal harganya, karena masih merupakan produk impor. Tetapi jangan khawatir walaupun harga cukup mahal, penggunaan produk ini sungguh sangat sedikit/hemat.

    Cara penggunaan, bisa untuk bumbu tumis, menggoreng, dan memasak lainnya. Macadamia Nut Oil juga bisa diminum langsung 1 sendok teh setiap selesai makan makanan yang banyak mengandung lemak hewani.

    Silahkan mencoba

    omyosa

    omyosa

    16 September, 2009 at 1:52 pm

  45. kasian kalo liat anak kecil yang harusnya lincah dan banyak gerak tetapi harus kena obesitas
    tanks

    atha lakuary

    31 October, 2009 at 1:36 pm


Leave a Reply