Mengapa pria tidak boleh konsumsi suplemen zink lebih dari 10 mg/hari sedangkan wanita lebih?
Itu pertanyaan yang masuk ke inbox saya malam tadi. Penanya mengatakan bahwa ia menemukan referensi dari buku saku latihan fisik angkatan bersenjata AS.
Sepanjang literatur yang saya temukan, tidak ada yang menyatakan demikian, sehingga saya sarankan agar ia tidak begitu saja mengikuti hal tersebut.
Suplemen zink memang biasa digunakan bagi ibu hamil dan menyusui, orang yang mengalami luka serius, dan orang-orang yang membutuhkan daya fisik yang tinggi seperti tentara dan atlet.
Hal ini terkait fungsi zink sebagai berikut:
- kofaktor multiple enzymes: RNA polymerase (sintesis protein baru); alcohol dehydrogenase; DNA synthesis; metabolisme neurotransmitter; dan metabolisme berbagai hormon (hormon pertumbuhan, hormon tiroid, insulin, dan hormon seks)
- pertumbuhan dan diferensiasi sel
- produksi dan regulasi respon imun selular dan humoral
- sitoprotektif melawan toksin organik, logam berat, radiasi, dan endotoksin dari bakteri patogen
- antioksidan (sbg bagian dari tembaga / superoksid dismutase)
Level Zink yang Dianjurkan
|
|
Pencegahan Defisiensi |
Range Dosis Terapi |
|
|
|
UK RNI |
USA RDA |
Werbach |
|
Pria |
9,5 mg |
15 mg |
20 – 150 mg |
|
Wanita |
7 mg |
12 mg |
20 – 150 mg |
*Tidak termasuk wanita hamil
Dari Hatchcock LOAEL (1997) dikatakan bahwa zink bersifat toksik apabila dikonsumsi 60 mg/hari. Sumber lain (Zimmermann, 2001) menyebutkan bahwa zink termasuk nontoxic micronutrient pada level suplemen moderat, yaitu <100 mg/hari. Zink yang diasup berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, dan dapat mempengaruhi absorpsi tembaga (Cu).
Hal tersebut juga didukung oleh situs Office of National Institute Office of Dietary Suplement AS, yaitu sebagai berikut:
“Zinc toxicity can occur in both acute and chronic forms. Acute adverse effects of high zinc intake include nausea, vomiting, loss of appetite, abdominal cramps, diarrhea, and headaches [2]. One case report cited severe nausea and vomiting within 30 minutes of ingesting 4 g of zinc gluconate (570 mg elemental zinc) [76]. Intakes of 150–450 mg of zinc per day have been associated with such chronic effects as low copper status, altered iron function, reduced immune function, and reduced levels of high-density lipoproteins [77]. Reductions in a copper-containing enzyme, a marker of copper status, have been reported with even moderately high zinc intakes of approximately 60 mg/day for up to 10 weeks [2]. The doses of zinc used in the AREDS study (80 mg per day of zinc in the form of zinc oxide for 6.3 years, on average) have been associated with a significant increase in hospitalizations for genitourinary causes, raising the possibility that chronically high intakes of zinc adversely affect some aspects of urinary physiology [78]“
Zink yang dikonsumsi pada level yang berlebihan (>300 mg/hari) dapat mempengaruhi fungsi sistem imun dan dapat menurunkan kadar level kolesterol HDL darah.
Asupan Zink yang Dapat Ditolerir
(Institute of Medicine, 2001)
| Age | Male | Female | Pregnant | Lactating |
|---|---|---|---|---|
| 0 to 6 months | 4 mg | 4 mg | ||
| 7 to 12 months | 5 mg | 5 mg | ||
| 1 to 3 years | 7 mg | 7 mg | ||
| 4 to 8 years | 12 mg | 12 mg | ||
| 9 to 13 years | 23 mg | 23 mg | ||
| 14 to 18 years | 34 mg | 34 mg | 34 mg | 34 mg |
| 19+ years | 40 mg | 40 mg | 40 mg | 40 mg |
Kesimpulannya, tidak ada pembatasan konsumsi maksimum 10 mg baik pada pria maupun wanita. Apabila Anda menerima informasi mengenai hal-hal kesehatan sebaiknya Anda jangan langsung percaya, tetapi memastikan kebenaran berita tersebut dengan mencari literatur yang valid.









oh gitu ya…, * padahal gak ngerti sama sekali soal ilmu kesehatan…
jiwakelana
2 April, 2009 at 12:36 pm
setiap saya mampir kesini selalu saya dapat ilmu baruu…
makasih yaaa rahma !!
goncecs
2 April, 2009 at 5:00 pm
zinc bisa bikn tinggi??? *siap2 ke apotik*
fickry
5 April, 2009 at 2:41 am
mmmm, zink?
yg sering dipake disampo2 itu ya?
ciwir
8 April, 2009 at 4:56 pm
bagaimana dengan zinc dari bahan alami ?
simak http://serbaorganik.wordpress.com/2009/04/07/zinc-capsules/
dan silahkan mampir ke http://dokternasir.web.id
dr. Nasir
8 April, 2009 at 8:10 pm
Zink bukankah itu alumunium?
Tapi bagus juga tulisannya, jdi nambah wawasanku…terima kasih
hanif
25 April, 2009 at 6:43 am
sebelumnya salam ukhuwah…
sepertinya suplemen yg terbuat dari bahan tersebut belum saya ketahui secara detil….
tapi apa yg disampaikan diatas cukup menambah pundi ilmu saya…
aasep
25 April, 2009 at 7:26 am
Zink itu bhs indonesianya seng atau plat baja kalo gak salah. Jadi kalo banyak suplement zink, ntar jadi robocop. hehehehe. gak canda ding. buat temen2 lam knal ya. and silahkan mampir ke http://www.sunmediacreative.com and kasih komen ya. biar bisa bagus artikel2ku. maklum baru latihan nulis.
Buat pemilik blog ini, thanks. wawasanku bertambah tentang kesehatan.
masato
25 April, 2009 at 11:47 am
sisi negatif internet memang yang beginian, hoax semakin cepat beredar. btw, nice info.
alisyah
15 June, 2009 at 4:21 pm
Baru ketemu sama blog yang ngebahas tuntas tentang gizi dan kesehatan lainnya.. Thank’s for the information..
Regards, OmpuNdaru
ompundaru
28 June, 2009 at 1:59 pm
mbak,
kupernah baca disalahsatu literatur mengenai defisiensi zink ini bagi ibu hamil bisa berakibat bibirsumbing atau cacat pada organ sekitar mulut, tenggorokan. Benarkah demikian?
trims.
gusonotelu
26 November, 2009 at 7:49 am