Gizi is Easy!

Sharing nutrition things and others

Mengapa pria tidak boleh konsumsi suplemen zink lebih dari 10 mg/hari sedangkan wanita lebih?

with 11 comments

22198781_13279741Itu pertanyaan yang masuk ke inbox saya malam tadi. Penanya mengatakan bahwa ia menemukan referensi dari buku saku latihan fisik angkatan bersenjata AS.

Sepanjang literatur yang saya temukan, tidak ada yang menyatakan demikian, sehingga saya sarankan agar ia tidak begitu saja mengikuti hal tersebut.

Suplemen zink memang biasa digunakan bagi ibu hamil dan menyusui, orang yang mengalami luka serius, dan orang-orang yang membutuhkan daya fisik yang tinggi seperti tentara dan atlet.

Hal ini terkait fungsi zink sebagai berikut:

  • kofaktor multiple enzymes: RNA polymerase (sintesis protein baru); alcohol dehydrogenase; DNA synthesis; metabolisme neurotransmitter; dan metabolisme berbagai hormon (hormon pertumbuhan, hormon tiroid, insulin, dan hormon seks)
  • pertumbuhan dan diferensiasi sel
  • produksi dan regulasi respon imun selular dan humoral
  • sitoprotektif melawan toksin organik, logam berat, radiasi, dan endotoksin dari bakteri patogen
  • antioksidan (sbg bagian dari tembaga / superoksid dismutase)

Level Zink yang Dianjurkan

Pencegahan Defisiensi

Range Dosis Terapi

UK RNI

USA RDA

Werbach

Pria

9,5 mg

15 mg

20 – 150 mg

Wanita

7 mg

12 mg

20 – 150 mg

*Tidak termasuk wanita hamil

Dari Hatchcock LOAEL (1997) dikatakan bahwa zink bersifat toksik apabila dikonsumsi 60 mg/hari. Sumber lain (Zimmermann, 2001) menyebutkan bahwa zink termasuk nontoxic micronutrient pada level suplemen moderat, yaitu <100 mg/hari. Zink yang diasup berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, dan dapat mempengaruhi absorpsi tembaga (Cu).

Hal tersebut juga didukung oleh situs Office of National Institute Office of Dietary Suplement AS, yaitu sebagai berikut:

“Zinc toxicity can occur in both acute and chronic forms. Acute adverse effects of high zinc intake include nausea, vomiting, loss of appetite, abdominal cramps, diarrhea, and headaches [2]. One case report cited severe nausea and vomiting within 30 minutes of ingesting 4 g of zinc gluconate (570 mg elemental zinc) [76]. Intakes of 150–450 mg of zinc per day have been associated with such chronic effects as low copper status, altered iron function, reduced immune function, and reduced levels of high-density lipoproteins [77]. Reductions in a copper-containing enzyme, a marker of copper status, have been reported with even moderately high zinc intakes of approximately 60 mg/day for up to 10 weeks [2]. The doses of zinc used in the AREDS study (80 mg per day of zinc in the form of zinc oxide for 6.3 years, on average) have been associated with a significant increase in hospitalizations for genitourinary causes, raising the possibility that chronically high intakes of zinc adversely affect some aspects of urinary physiology [78]

Zink yang dikonsumsi pada level yang berlebihan (>300 mg/hari) dapat mempengaruhi fungsi sistem imun dan dapat menurunkan kadar level kolesterol HDL darah.

Asupan Zink yang Dapat Ditolerir
(Institute of Medicine, 2001)

Age Male Female Pregnant Lactating
0 to 6 months 4 mg 4 mg
7 to 12 months 5 mg 5 mg
1 to 3 years 7 mg 7 mg
4 to 8 years 12 mg 12 mg
9 to 13 years 23 mg 23 mg
14 to 18 years 34 mg 34 mg 34 mg 34 mg
19+ years 40 mg 40 mg 40 mg 40 mg

Kesimpulannya, tidak ada pembatasan konsumsi maksimum 10 mg baik pada pria maupun wanita. Apabila Anda menerima informasi mengenai hal-hal kesehatan sebaiknya Anda jangan langsung percaya, tetapi memastikan kebenaran berita tersebut dengan mencari literatur yang valid.

Written by Rahma

31 March, 2009 at 10:42 am

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. oh gitu ya…, * padahal gak ngerti sama sekali soal ilmu kesehatan…

    jiwakelana

    2 April, 2009 at 12:36 pm

  2. setiap saya mampir kesini selalu saya dapat ilmu baruu…
    makasih yaaa rahma !!

    goncecs

    2 April, 2009 at 5:00 pm

  3. zinc bisa bikn tinggi??? *siap2 ke apotik*

    fickry

    5 April, 2009 at 2:41 am

  4. mmmm, zink?
    yg sering dipake disampo2 itu ya?

    ciwir

    8 April, 2009 at 4:56 pm

  5. bagaimana dengan zinc dari bahan alami ?
    simak http://serbaorganik.wordpress.com/2009/04/07/zinc-capsules/
    dan silahkan mampir ke http://dokternasir.web.id

    dr. Nasir

    8 April, 2009 at 8:10 pm

  6. Zink bukankah itu alumunium?
    Tapi bagus juga tulisannya, jdi nambah wawasanku…terima kasih

    hanif

    25 April, 2009 at 6:43 am

  7. sebelumnya salam ukhuwah…

    sepertinya suplemen yg terbuat dari bahan tersebut belum saya ketahui secara detil….

    tapi apa yg disampaikan diatas cukup menambah pundi ilmu saya…

    aasep

    25 April, 2009 at 7:26 am

  8. Zink itu bhs indonesianya seng atau plat baja kalo gak salah. Jadi kalo banyak suplement zink, ntar jadi robocop. hehehehe. gak canda ding. buat temen2 lam knal ya. and silahkan mampir ke http://www.sunmediacreative.com and kasih komen ya. biar bisa bagus artikel2ku. maklum baru latihan nulis.
    Buat pemilik blog ini, thanks. wawasanku bertambah tentang kesehatan.

    masato

    25 April, 2009 at 11:47 am

  9. sisi negatif internet memang yang beginian, hoax semakin cepat beredar. btw, nice info.

    alisyah

    15 June, 2009 at 4:21 pm

  10. Baru ketemu sama blog yang ngebahas tuntas tentang gizi dan kesehatan lainnya.. Thank’s for the information..

    Regards, OmpuNdaru

    ompundaru

    28 June, 2009 at 1:59 pm

  11. mbak,
    kupernah baca disalahsatu literatur mengenai defisiensi zink ini bagi ibu hamil bisa berakibat bibirsumbing atau cacat pada organ sekitar mulut, tenggorokan. Benarkah demikian?
    trims.

    gusonotelu

    26 November, 2009 at 7:49 am


Leave a Reply