Category Archives: Kuliner

Jus dapat dibuat dengan blender ataupun juicer. Jus sayur dan buah sangat bermanfaat dalam memberi asupan mikronutrien terutama vitamin A dan vitamin C sebagai antioksidan; tinggi kalsium, kalium, magnesium, dan selenium, yang dapat mencegah munculnya penyakit dan kerusakan dini pada sel. Jus juga berfungsi menjaga level tekanan darah sebab tinggi kalsium dan kalium serta rendah natrium.

Agar jus yang kita buat optimal, ini dia tipsnya:

  1. Pilih buah dan sayur segar dan cuci sebelum membuat jus. Lebih baik lagi bila direndam dengan air hangat selama 5 menit. Hal ini penting diperhatikan, untuk menghindari terjadinya kontaminasi makanan yang berasal dari mikroorganisme patogen, cemaran kimia (misalnya pestisida) maupun cemaran fisik (misalnya pasir, debu, dll).
  2. Potong buah atau sayur menjadi bagian kecil agar proses pengolahannya lebih mudah.
  3. Jika ingin menambahkan air, pilih air yang sudah matang dan dalam keadaan suhu biasa (tidak panas). Read More »

Jus apel sangat disarankan bagi penderita hipertensi dengan kelebihan berat badan, kolesterol, dan hiperaktivitas saraf simpatetis. Apel kaya kalium, pospor, dan magnesium. Ia juga rendah lemak dan tinggi serat larut air. Buah ini baik juga untuk menurunkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Kandungan vitamin C dan B-nya penting untuk mempertahankan kesehatan urat syaraf dan meningkatkan HDL (asam lemak baik).

Bahan-bahan:
1/2 buah (75 g) apel merah ukuran sedang
1/2 buah (50 g) wortel ukuran sedang
1/2 buah jeruk nipis, diambil airnya
4 buah (25 g) belimbing wuluh (bila menyukai)
1/2 gelas (100 ml) air
1 sdm peres (10 g) gula aren
Es batu secukupnya

Read More »

Selain untuk diet penderita hipertensi, pepaya mempunyai manfaat lain diantaranya memperlancar pengeluaran feces, mengobati gangguan lambung, dan menurunkan panas badan. Pepaya juga kaya antioksidan yang berfungsi sebagai antikanker.

Bahan-bahan:
1 potong (100 g) pepaya ukuran sedang
1 buah (100 g) jeruk manis (dikupas kulitnya)
1/2 buah jeruk nipis, diambil airnya
1/2 gelas (100 ml) air
1 sdm peres (10 g) gula batu
Es batu secukupnya

Read More »

Seafood termasuk bahan makanan protein tinggi yang mudah rusak dan busuk jika penanganannya kurang tepat. Perlakukan tiap jenis seafood sesuai karakternya, seperti tips berikut ini, agar diperoleh olahan yang nikmat.

1. Cumi-cumi

Supaya tumis cumi-cumi lunak dan tidak alot, masukkan cumi yang sudah dicuci bersih ke wajan. Taburkan sedikit garam dan gula pasir, nyalakan api kecil, lalu tutup wajan. Biarkan hingga cumi mengeluarkan air dan biarkan hingga surut. Setelah itu tuangkan sedikit minyak goreng. Aduk rata dan masak sebentar.

Cumi-cumi sotong tak jarang dan diisi bahan lain. agar cumi tetap lembut dan bahan isiannya matang, tusuk-tusuk beberapa bagian badan cumi sebelum dimasak.

Menghindari calamari ring yang alot dan keras, sebaiknya potong cumi-cumi dengan ketebalan antara 0,5-1 cm. Setelah itu rendam cumi dalam campuran baling powder dan baking soda selama 4-6 jam. Setelah itu baru direndamdalam campuran susu dan bumbu. Dijamin calamari terasa garing, renyah, dan lembut.

2. Udang
Daging udang amat lembut. Karena itu, hindari memasak terlalu lama di atas api. Pakailah api besar supaya udang cepat matang. Jika terlalu lama, akan menyebabkanair tubuh udang yang sebenarnya penuh gizi jadi larut. Agar udang rebus tampak cantik dengan warna khas kemerahan dan tidak anyir, masukkan setetes cuka ke air rebusannya.

3. Kepiting
Dibandingkan dengan udang dan cumi, untuk mengolah kepiting sedikit repot. Anda harus mencuci kepiting di bawah keran air dengan tubuh masih terikat. Gunakan sikat gigi untuk menyikat sela-sela jari yang biasanya kena lumpur.

Read More »

fruit2.jpgUmumnya, warna dan aroma buah menjadi patokan untuk memilih buah matang. Padahal, ada hal lain yang harus diperhatikan agar tidak terlanjur membeli buah yang asam rasanya. Tips berikut saya kumpulkan dari artikel Femina (No.37/XXXIV) dan pengalaman pribadi.

1. Nanas
Daun pada pangkal buah mudah dicabut. Terasa berat bila diangkat karena mengandung banyak cairan. Bila permukaan nanas diketuk, akan terdengar suara yang berat.

2. Semangka dan Melon
Terasa berat bila diangkat dengan tangan. Jika diketuk, suaranya terdengar ‘kosong’ dan enteng.

3. Mangga
Bila permukaan mangga ditekan, akan terasa sedikit lunak. Aromanya harum, terutama pada pangkal tumbuhnya batang.

4. Durian
Ujung tangkainya tidak rata karena lepas dari batangnya secara alami (matang pohon). Aroma alkohol makin tercium. Karena tua, durinya makin jarang dan buah mudah sekali dibelah.

5. Pepaya
Kulitnya tipis dan tampak samar warna daging buahnya. Jika ditekan, terasa lunak.

6. Belimbing
Warnanya kuning agak oranye merata. Sisi-sisi terluar pada bagian ‘bintangnya’ berwarna kecoklatan.

7. Avocad
Permukaan buah terasa lunak saat ditekan saat ditekan. Untuk santapan pada hari yang sama, pilih yang lembut sekali. Jika akan dimakan 3-5 hari kemudian, pilih yang agak keras.

8. Jambu Biji Merah
Berkulit tipis sehingga daging buah yang berwarna merah dapat terlihat samar-samar. Bila daging buah ditekan, terasa lunak.

9. Jeruk
Warna kulit buah mengkilat. Warna hijau atau kuning yang menandakan buah telah matang tergantung dari jenis jeruk. Memilih jeruk yang manis dapat dilihat dari bagian atas buah (bila) membentuk cekungan.

Selamat mencoba!

Read More »