-
Gizi is easy
Gizi itu gampang, percaya nggak? Disini akan dibahas segala seluk-beluk tentang gizi; bahwa gizi itu mudah, gizi itu penting; semua mesti tau dan semua pasti bisa. -
Blog Stats
- 36,872 hits
-
Latest News
-
Top News
-
New Comments
Archives
- July 2008 (5)
- June 2008 (9)
- May 2008 (8)
- April 2008 (6)
- March 2008 (9)
- February 2008 (7)
- January 2008 (1)
- November 2007 (2)
- October 2007 (3)
- September 2007 (8)
- August 2007 (10)
- July 2007 (2)
- June 2007 (10)
- May 2007 (8)
Category Archives: My Room
performed by: Tompi
hatiku berharap mungkin engkau kan berubah
bisa mencintai aku seperti hatiku padamu
hujan badai kan kutempuh
bintang di langit kan kuraih
bila harus ku kan merayu utk cintamu bagiku
cintamu tlah menjadi candu
cintamu tlah membuatku membisu
cintamu oh seindah lagu
membuatku tak bisa berpaling darimu
kau adalah belahan jiwa
kutahu itu sayang sedari dulu
kau cinta yang hembuskan aku
surga dunia di sepanjang nafasku
kau adalah belahan jiwa
aku cinta kamu sedari dulu
dan aku takkan berpaling darimu
sayangku, hanya kamu
Yah, akhirnya cucu saya jadi Pandega. Senangnya.. dapet cucu pertama yang berhasil jadi Pandega.
Bukan cucu beneran, punya anak juga belum (bapaknya juga belum dapat :D). Jadi begini (sebagai bagian dari karir saya di Pramuka), siapapun yang sudah ber-TKU Pandega memiliki kewajiban untuk mendampingi Calon Pandega.
Kalo saya ingat-ingat, adik dampingan saya yang berhasil jadi Pandega ada 3 orang. Nah, yang ini adik dari dampingan saya. Saya menyebutnya jalur murni. Maksudnya, tanda-tanda keturunannya jelas.
Jadi, bila dilihat dari kakak saya ke saya, selain dia mewarisi ilmu kepramukaan, dia juga mewariskan gelar Gentong Racana (artinya jago makan). ‘Gentong racana’ di Racana Tribhuwanatunggadewi dimiliki oleh orang -orang yang berbadan kurus tapi powernya makannya gede, mirip vacuum cleaner-lah kata kakak saya. Jadi, pada kesempatan kemarin itu saya berbahagia sekali..
“Jani, kamu pasti kelaperan deh hidup sama aku”
“Aku yakin, hidup kita pasti lebih baik”.
“Aku akan kirim lagi demo tape yang pernah aku buat. Aku berharap banget bisa diterima.. Kamu sabar, ya?”
“Jani, kamu bahagia hidup sama aku?”
“kenapa kamu nanya kayak gitu?”
“gpp.. kamu bahagia?”
“Aku bahagia..”
“Kamu harus bahagia, Jani, suatu hari nanti aku pasti bisa bikin kamu bahagia.”
“Aku percaya..”
“Nanti, gaji pertamaku untuk kita pake buat jalan. Abis tu kita makan enak. Abis tu kita nonton di bioskop kayak dulu.”
Saya sampai lupa hari.
Ini hari apa ya?
saya kira Jumat.
Wah, udah mulai kacau nih.
Seminggu ini rasanya full of stress. Dari pembimbing perfeksionis, banyak literatur yang perlu dipelajari karena knowledge perlu di-upgrade, perjalanan melelahkan pulang pergi Jogja-Banyumas yang berujung pada hilangnya HP SE yang baru dibeli (usianya belum ada 6 jam), memonitor pemberian diet pada pasien di bangsal anak dan bedah, hingga mengurus pembelian rumah jarak jauh.
Ini kekesalan saya aja kepada beberapa orang pria. Lebih tepatnya pria beristri.
sudah punya istri, punya anak, eh masih aja deketin wanita lain. Buat apa sih? Ada satu kasus dimana ia sudah memiliki semua yang diinginkan seorang pria. Maksud saya, 4-Ta: Harta, wanita, tahta, dan onta (maksudnya kendaraan). Dia punya kedudukan tertinggi di kota (level daerah lah, jelas uang dan kedudukan dia pegang); dia juga sudah memiliki istri yang cantik, anak yang lucu-lucu; kendaraan (bahkan bus lebih dari satu armada), kenapa masih belum puas juga??
Ngga cuma sekali dua kali saya nemuin kasus kayak begini. Bukan pula dari infotainment. Aduh, cape deeeh. Emang udah sifat manusia ga ada puasnya ya?? Tapi please deh, ga usah libatkan orang lain. Kalo dia genjen gini di depan publik, orang kan ngeliatnya seperti ada semacam affair gitu dan hal semacam ini bisa sampai ke telinga istrinya,, kasian istrinya kan??
sebuah sajak dari S.Yoga
mawarilah aku, bisik langit
yang kerontang, sambil meletakkan
lengannya yang panjang di bumi
sebagai sungai
mawarilah aku, bisik bumi
bersandarlah langit dan bumi
senja hari, saling merebahkan kelelahan
di dada, yang berdetak bagi kehidupan
mawarilah aku, bisik langit
senja itu banyak cerita yang terkisah
bagai helaan mawar yang berlepasan
menciumi langit buminya, menemui pembaringan
mawarilah aku, bisik bumi
maka langit senja membungkuk
meremas jemari bumi yang runcing
menggamit pundak bumi yang ramping















