Category Archives: My Room

performed by: Tompi

hatiku berharap mungkin engkau kan berubah
bisa mencintai aku seperti hatiku padamu

hujan badai kan kutempuh
bintang di langit kan kuraih
bila harus ku kan merayu utk cintamu bagiku

cintamu tlah menjadi candu
cintamu tlah membuatku membisu
cintamu oh seindah lagu
membuatku tak bisa berpaling darimu

kau adalah belahan jiwa
kutahu itu sayang sedari dulu
kau cinta yang hembuskan aku
surga dunia di sepanjang nafasku

kau adalah belahan jiwa
aku cinta kamu sedari dulu
dan aku takkan berpaling darimu
sayangku, hanya kamu

Read More »

Yah, akhirnya cucu saya jadi Pandega. Senangnya.. dapet cucu pertama yang berhasil jadi Pandega.

Bukan cucu beneran, punya anak juga belum (bapaknya juga belum dapat :D). Jadi begini (sebagai bagian dari karir saya di Pramuka), siapapun yang sudah ber-TKU Pandega memiliki kewajiban untuk mendampingi Calon Pandega.

Kalo saya ingat-ingat, adik dampingan saya yang berhasil jadi Pandega ada 3 orang. Nah, yang ini adik dari dampingan saya. Saya menyebutnya jalur murni. Maksudnya, tanda-tanda keturunannya jelas.

Jadi, bila dilihat dari kakak saya ke saya, selain dia mewarisi ilmu kepramukaan, dia juga mewariskan gelar Gentong Racana (artinya jago makan). ‘Gentong racana’ di Racana Tribhuwanatunggadewi dimiliki oleh orang -orang yang  berbadan kurus tapi powernya makannya gede, mirip vacuum cleaner-lah kata kakak saya. Jadi, pada kesempatan kemarin itu saya berbahagia sekali..



“Jani, kamu pasti kelaperan deh hidup sama aku”
“Aku yakin, hidup kita pasti lebih baik”.
“Aku akan kirim lagi demo tape yang pernah aku buat. Aku berharap banget bisa diterima.. Kamu sabar, ya?”

“Jani, kamu bahagia hidup sama aku?”
“kenapa kamu nanya kayak gitu?”
“gpp.. kamu bahagia?”
“Aku bahagia..”
“Kamu harus bahagia, Jani, suatu hari nanti aku pasti bisa bikin kamu bahagia.”
“Aku percaya..”
“Nanti, gaji pertamaku untuk kita pake buat jalan. Abis tu kita makan enak. Abis tu kita nonton di bioskop kayak dulu.”

Read More »

Saya sampai lupa hari.

Ini hari apa ya?

saya kira Jumat.

Wah, udah mulai kacau nih.

Seminggu ini rasanya full of stress. Dari pembimbing perfeksionis, banyak literatur yang perlu dipelajari karena knowledge perlu di-upgrade, perjalanan melelahkan pulang pergi Jogja-Banyumas yang berujung pada hilangnya HP SE yang baru dibeli (usianya belum ada 6 jam), memonitor pemberian diet pada pasien di bangsal anak dan bedah, hingga mengurus pembelian rumah jarak jauh.

Read More »

Ini kekesalan saya aja kepada beberapa orang pria. Lebih tepatnya pria beristri.

sudah punya istri, punya anak, eh masih aja deketin wanita lain. Buat apa sih? Ada satu kasus dimana ia sudah memiliki semua yang diinginkan seorang pria. Maksud saya, 4-Ta: Harta, wanita, tahta, dan onta (maksudnya kendaraan). Dia punya kedudukan tertinggi di kota (level daerah lah, jelas uang dan kedudukan dia pegang); dia juga sudah memiliki istri yang cantik, anak yang lucu-lucu; kendaraan (bahkan bus lebih dari satu armada), kenapa masih belum puas juga??

Ngga cuma sekali dua kali saya nemuin kasus kayak begini. Bukan pula dari infotainment. Aduh, cape deeeh. Emang udah sifat manusia ga ada puasnya ya?? Tapi please deh, ga usah libatkan orang lain. Kalo dia genjen gini di depan publik, orang kan ngeliatnya seperti ada semacam affair gitu dan hal semacam ini bisa sampai ke telinga istrinya,, kasian istrinya kan??

Read More »

sebuah sajak dari S.Yoga

mawarilah aku, bisik langit
yang kerontang, sambil meletakkan
lengannya yang panjang di bumi
sebagai sungai

mawarilah aku, bisik bumi
bersandarlah langit dan bumi
senja hari, saling merebahkan kelelahan
di dada, yang berdetak bagi kehidupan

mawarilah aku, bisik langit
senja itu banyak cerita yang terkisah
bagai helaan mawar yang berlepasan
menciumi langit buminya, menemui pembaringan

mawarilah aku, bisik bumi
maka langit senja membungkuk
meremas jemari bumi yang runcing
menggamit pundak bumi yang ramping

Read More »

Saya gagal lagi..
Apa yang telah saya usahakan tetap tidak berhasil..
Saya pasrah..

Read More »