Hubungan Vitamin K dan Antibiotik??

cafe.jpgTulisan ini ditujukan kepada Anda yang mengkonsumsi antibiotik pada jangka waktu tertentu.

Apakah Anda adalah pemakai antibiotik yang juga jarang mengkonsumsi hati, sayuran hijau, buncis, kacang polong, kol dan brokoli? Apabila jawaban Anda “iya”, maka informasi ini akan sangat berguna bagi Anda.

Vitamin K ditemukan di Swiss (1939) oleh seorang ahli kimia bernama Karrer. Diberi nama vitamin K karena sifatnya yang dapat mengkoagulasikan darah (K dari Koagulation). Faktor ini ternyata merupakan kelompok senyawa yang terdiri atas fitokinon (dari tumbuh-tumbuhan) dan menakinon (dari minyak ikan dan daging). Pada perkembangannya, diketahui vitamin K merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamat (glu) menjadi gama-karboksiglutamat (gla) yang mampu mengikat kalsium (faktor penting dalam pembekuan darah).

Lalu apa jawaban dari pertanyaan di atas?
Vitamin K2 (Menakinon) dapat disintesis oleh bakteri di dalam usus halus manusia. Kekurangan vitamin K dapat terjadi apabila seseorang mendapat antibiotika sedangkan tubuhnya kurang mendapat vitamin K dari makanan (selain juga faktor lainnya). Antibiotika membunuh mikroorganisme di usus yang membentuk vitamin K.
Jadi, bagi Anda yang mengkonsumsi antibiotik, segeralah menambah probiotik dalam tubuh Anda segera setelah medikasi selesai, agar anda tidak kekurangan vitamin K.

This entry was posted in Nutrition's corner. Bookmark the permalink.

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s