Serat Pangan; lebih jauh tentang manfaatnya

Banyak istilah yang dipakai untuk serat pangan. Ada yang menyebutnya serat diet, serat makan, serat makanan, dan yang terakhir adalah serat pangan.

Alasan memakai istilah serat pangan:
a. serat diet adalah serat yang digunakan untuk keperluan diet, padahal tidak semua serat demikian.
b. serat makan adalah serat yang dimakan, padahal tidak semua serat dimakan.
c. serat makanan adalah serat yang ada dalam makanan. Jika istilah ini digunakan, bagaimana dengan serat yang ada dalam pangan? (Depkes membedakan penggunaan istilah makanan dan pangan; makanan adalah istilah untuk bahan yang telah diolah, sedangkan pangan untuk yang belum diolah)
d. Serat pangan dipakai karena lebih mewakili semuanya.

Pengertian serat pangan (dietary fibre)

“Dinding sel tumbuhan yang tahan thd hidrolisis oleh ensim di dlm usus halus manusia, meliputi polisakarida tak tercerna (selulosa, hemiselulosa, oligosakarida, pektin, gum & waxes) dan lignin.” (Trowel, 1976)

“Bagian tumbuhan yang dapat dimakan atau analog karbohidrat, yang tahan terhadap pencernaan dan absorpsi di dalam usus halus manusia dan mengalami fermentasi sebagian atau seluruhnya di dalam usus besar. SP meliputi polisakarida, karbohidrat analog, oligosakarida, lignin dan bahan terkait dengan dinding sel tanaman (waxes, cutin, suberin). SP memberikan efek fisiologis menguntungkan meliputi laksasi, dan atau mengatur kolesterol darah, dan atau mengatur glukosa darah.” (AACC, 2001)

Sifat Fisik & Kimiawi Serat Pangan
a. Menaikkan viskositas digesta.
b. Memiliki Kapasitas Pengikatan Air (WHC = Water Holding Capacity) yang tinggi.
c. Terfermentasi di dlm usus besar menghsailkan SCFA (Short Chain Fatty Acids = asam lemak rantai pendek).
d. Bersifat Penukar Ion (Cation Exchange).
e. Mempunyai kemampuan absorpsi molekul organik.

Efek Fisiologis Dan Kesehatan Serat Pangan

Efek Fisiologis Dan Kesehatan Serat Pangan
1. Viskositas Tinggi :
a. menunda pengosongan perut (lambung).
b. mempercepat waktu transit.
c. mengurangi absorpsi (gula, kolesterol dsb) di dalam usus halus–> baik utk penderita diabetes & hyperkolesterol.

2. Kapasitas pengikatan air besar
a. Kadar air digesta tinggi (digesta = hasil pencernaan yang belum diekskresikan).
b. digesta ruah (bulky).
c. mengurangi waktu transit di usus besar.

3. Terfermentasi di dalam usus besar (kolon)
a. menghasilkan SCFA & energi (1 gr Dietary Fibre = ± 1,8 – 2 kcal).
b. menurunkan pH feses (kanker mudah berkembang pada pH alkali).
c. menaikkan jumlah feses (karena jumlah mikrobia tinggi).
d.mempermudah laksasi. (Laxative = memperbesar volume feses).
Efek 1 sd 4 menyehatkan kolon.

4. Penukar ion
menghambat absorpsi mineral /mengurangi bioavailabilitas –> tdk baik utk anemia.

5. Absorpsi molekul organik
a. mengikat asam empedu sehingga dapat menurunkan kolesterol darah.
b. mengikat hasil/sisa pencernakan empedu yang bersifat kokarsinogen, sehingga mencegah kanker kolon.
note: Efektifitas SP dalam memberi pengaruh fisiologis tergantung macam serat, fermentabilitas dan ukuran partikel serat.

This entry was posted in Nutrition's corner. Bookmark the permalink.

3 Responses to Serat Pangan; lebih jauh tentang manfaatnya

  1. healthylicious says:

    nice blog…
    salam kenal ^_^

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s