“Pilih: Selamatkan kucing apa selamatkan orang?”

“Selamatkan orang!” acimg5867.jpg

Walaupun keduanya sama-sama makhluk hidup, yang masih bernyawa dan tentu saja bernapas, tetapi kalau Anada diberikan pilihan di atas, saya yakin Anda akan memberi jawaban yang sama.

Siang itu, bapak baru pulang selesai Jumatan di Mesjid. Saya sendiri sedang mendekor ruang tengah yang kedatangan bale-bale baru dari Jawa Tengah.

“Ada orang kecelakaan di dekat Merapi,” Bapakku memberitahukan berita yang baru didengarnya dari temannya. Yang dimaksud Merapi adalah kompleks Merapi di perumahan PT CPI Duri, dekat rumah saya. “Dia baru pulang dari jakarta. Sininya kelindes mobil vakum,” lanjut bapak sambil menunjukkan daerah pinggang.

Innalillahi wa inna illaihi roji’un,” saya spontan berdoa. Saya membayangkan seorang mahasiswa yang pulang mudik untuk bertemu keluarganya (seperti saya) tetapi terkena musibah (saya juga, awal tahun ini). “Terus sekarang dia gimana?”

“Kritis. Dek, coba telepon rumah sakit untuk tanyakan apakah mereka butuh donor,” Bapak meminta ibu untuk menghubungi RS Chevron Duri. Jawaban yang kami dengar positif.

Beberapa menit kemudian Bapak, saya, dan adik saya siap berangkat ke Rumah sakit. Baru saja mobil keluar pagar, terdengar suara kucing mengeong. Sekali, dua kali..

“Wah, mencurigakan!” saya teriak heran.

Bapak langsung menyetop mobil dan membuka kap. Terlihatlah seekor kucing kecil yang bersembunyi disudut, dekat tabung akumulator. Bapak berusaha menariknya kelur, tetapi semakin ditarik, ia semakin masuk. Ketakutan. Saya sendiri berlari kembali ke dalam rumah mengambil ikan teri goreng.

Berusaha merayu ia keluar, tidak berhasil. Ia ketakutan. Sudah terlanjur ketakutan. Bapak sudah semakin tidak sabar dan mengambil papan kecil untuk mencungkilnya keluar. Kekerasan, memang, tapi apa boleh buat. Alhamdulillah, kucing itu berhasil dikeluarkan. Tetapi ternyata kesulitan kami belum berhenti sampai di sana. Ia malah kembali bersembunyi ke bawah mobil, kemudian berpegangan erat pada ban belakang mobil sebelah kiri. Astaghfirullah..

“Ayo kucing..!!” Bapak kembali berusaha mengusirnya dengan tidak sabar. “Udah! Bapak majukan mobilnya!”

“Jangan pak!!” Saya dan adik teriak. Kami klub pecinta kucing yang tidak tega kucing itu terlindas, mati. “Bapak majukan atau bapak mundurkan, dia bisa kelindes!”

Bapak turun dari mobil, mengecek keberadaan kucing itu. “Udah, pilih: selamatkan kucing apa orang??”

Kami jadi teringat akan alasan kami berada di luar. Ada seseorang yang membutuhkan darah kami. Dia kritis. kami jadi terdiam.

“Kita sudah melakukan usaha maksimal,” Bapak dimajukannya mobil itu beberapa senti.

“Bbrummm!!”

“Stooooppp!!” Saya dan adik kembali berteriak. Kucing itu pun berpindah. Kami tidak dapat melihatnya.

“Dia di atas tangki (bensin). Udahlah, kalau mati itu sudah nasibnya. Kita kan udah berusaha maksimal kan?!” Kami pun pasrah. Pun tidak terdengar lagi suara meong kucing itu.

Sesampainya di RS, pasien yang akan kami donorkan ternyata sudah siap untuk diterbangkan ke Pekanbaru dengan helikopter. Jadilah penanganan selanjutnya di sana, dan darah kami juga tidak diperlukan di sini. Kami pun melangkah ke arah mobil, mau pulang. Mendekati mobil, suara kucing kecil itu terdengar kembali.

Alhamdulillah, dia masih hidup. Ternyata sejak tadi dia bertahan di atas tangki bensin. Sampai kami tiba di rumah pun dia masih di sana. Makanya, fotonya masih bisa saya tampilkan di sini🙂

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” ( Q.S. Al-An’aam: 60)

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

15 Responses to “Pilih: Selamatkan kucing apa selamatkan orang?”

  1. anas says:

    Kucingnya imut banget yah
    Aku juga sayang sama binatang seperti kucing itu🙂

    >>> cat is cute🙂

  2. anas says:

    *ke atas dikit*
    Astaghfirullah, headernya bener-bener menggoda iman euy
    *srek, ngelap iler*

    >>> tidak lagi😀

  3. kakeko says:

    untung kucingnya selamat klo ngga wah mati sia-sia dong dia, soale orangnya yang di RS pun pada akhirnya tidak bisa dibantu.

    “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” ( Q.S. Al-An’aam: 60)

    >>> alhamdulillah🙂

  4. restlessangel says:

    wah alhamdulillah happy ending ^^
    Gusti emang Maha Pemelihara…..

    *eh tp sori ni, uda baca berkali2 masih aja belum nyambung antara nukilan ayat tsb sama isi ceritanya*

    tp kl gw yg di pihak Mbak, duh gimana juga ya, bingung.
    mungkin saya akan menakut2i si kucing (dia masuk mesin mobil ya??) bahkan menarik paksa walo mungkin itu menyakitkan dia. tentu saja masin mobil dimatiin dulu. hehe

    ato pake motor nganggur ???
    salam kenal^^

    >>> “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” ( Q.S. Al-An’aam: 60)

    Intinya yang di-bold itu lo mbak😀

    Makasih atas komen-nya. Saat ini kucing itu masih aja ketakutan (dengan telinga khas nunduk ke bawah). Kacian banget.. Kucing orphan dan homeless..

  5. Bad Guy says:

    Sahabat, tidak selamanya kita berada pada situasi yang mapan, suatu saat kita berada pada kondisi yang sulit.
    Mari kita bayangkan :
    Seandainya Ayah dan Bunda menderita sakit parah pada saat yang bersamaan, menurut dokter, apabila tidak segera mendapatkan obat, niscaya beliau akan meninggal dunia. Setelah berusaha sekuat tenaga, kita hanya berhasil mendapatkan sebutir obat.
    Nah, kepada siapakah obat tersebut akan kita persembahkan?
    Kepada Ibunda tercinta yang telah mengndung, melahirkan, menyusui, dan merawat kita dengan penuh kasih sayang hingga kita dewasa ?
    atau
    Kepada Ayahanda tercinta yang selama ini membimbing, mendidik, bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga ?
    Wassalam

    >>> wow,, wise words.. jadi ga percaya,, masa sih namamu bad guy?? Piss!

  6. KoiKoi says:

    Wooooi, kucing syapa tuuu? Jadi ngeri jg aq. Sodaranya Sid gk? FYI, aq baru tw loh cerita ini seru plus seremmm..

    >>> masa baru tau?? Itu tuh anak yang suka main deket Syd*),, ternyata dia mata-mata!! Iyaaa, bapaknya suka sama Syd.. Itu tuh, yang sekarang udah jadi pacarnya Syd! (hm, gawat juga ya?)

    *) Syd itu kucing resmi keluarga kami,, dia betina, warna bulunya putih,, sekarang dia lagi menikmati masa mudanya dengan menjalin hubungan ma kucing berbulu putih hitam (koikoi itu ga setuju karena takut gen orange dari mamanya syd ga akan keluar pada anak Syd,, koikoi kan penggemar kucing orange).

  7. tiyokpras says:

    Bukannya mahasiswi itu akhirnya meninggal? Teman seangkatanku kok. Semoga ia sukses di alam sana.

  8. farah says:

    panjang umur serta mulia itu kucing

  9. mariani says:

    lam kenal para penggemar kucing

  10. mariani says:

    kucingku skrg lagi hamil tua
    kerjaannya cm bo2
    mnta doa dr smuax biar lancar ntar nglahirinnya

    >> Aaaaamin!

  11. Hidayat says:

    Saya tahu kalau menyelamatkan orang itu penting. Tapi kan tid ada salahnya kalau menyelamatkan kucing terlebih dulu, kan kucing itu bisa diusir keluar dari bawah mobil walau dengan cara apapun meskipun sedikit keras, asal tidak sampai mati dan menderita luka yg berarti.

    Saya merupakan salah satu pecinta kucing. kucing dirumah saya semuanya berasal dari jalanan dan pada saat memungutnya masih kecil2 dan saya rawat hingga dewasa. Saya sering melihat kekerasan pada kucing seperti seseorang yg membuang kucing ke pinggir jalan raya. memang saya tid tau orangnya, tapi saya sangat mengutk org itu. Bagai mana tidak, kucing itu saja pernah sampai terlindas kereta bahkan mobil padahal masih sngt kecil

    Hati nurani saya pun terketuk untuk memeungut kucing yg terluka itu. Tapi karena saya juga bkn orng yg banyak uang ya saya tidak membawa ke dokter tapi merawatnya sendiri. walaupun pada akhirnya mati. Sungguh sedih mengingat saat2 seperti itu.

    Sebelum menulis teks ini pun, saya melihat 3 ekor anak kucing yg berlarian di pinggir jalan. saya yakin kucing itu pasti dibuang orang. Salah satunya dilindas orang dengan menggunakan sepeda sampai muncungnya berdarah, bahkan kejang-kejang. Ketiga kucing itu sudh saya pungut, karena saya takut dlindas mobil. Saya tau ibu saya tidak setuju, tapi saya tidak dapat menghilangkan rasa kasihan saya, dan tetp saya pungut. Kucing yg terlindas itu pun saya tidk tau kedepannya hidup atau mati. tapi saya harap dia bis bertahan hidup.

    Sekarang kucing saya sudah mencapai 10 ekor, itu sudah termsuk yg saya pungut tadi.

    Saya mohon diberitahu tempat perkumpulan pecinta kucing di kota Medan. Bisa hubungi sya melalui 081263277569, Karena saya ingit bersimpati untuk kesejahteraan kucing. Kasihan hidupnya slalu merana. Saya punya cita2 kalu saya sudh punya banyak uang saya akan kutip semua kucing jalanan yag saya temui.

  12. Rahma says:

    Yak, silakan para pecinta kucing medan untuk menghubungi pak hidayat..

  13. masenchipz says:

    klo kucingnya lebih lucu… selametin kucing aja dech…. hiks…hiks…. pisss…just kddng mom…. jgn dibwa mimpi ya bu…. wakakakak

  14. Abu Rosyid says:

    Saya jadi ingat cerita dari Bpk Jamil Azzaini, ttg sekolah pendeta yg dicoba dgn suatu kesibukan yg tinggi dan didepannya di letakan orang sakit, ternyata mereka tdk ada yg peduli krn saking fokusnya pada kesibukan mereka masing-2.
    Dan saran beliau adalah perluaslah fokus kita sehingga akan melihat hal-hal di lingkungan kita dgn lebih arif dan bijaksana.
    Banyak hal-hal di sekitar kita yg terabaikan karena saking sibuknya kita dgn urusa-urusan yg tak pernah selesai, tetangga sakit, orang lain perlu bantuan dll……..semua terabaikan oleh kita.
    Apalagi mikirin kucing ……??? hidup atau mati ….EGP..??

    Syukurlah Rahma punya kepedulian terhadap hal ini semoga bisa bisa memotivasi kita utk tetap peduli pada lingkungan kita, thanks hard

  15. medina says:

    Itu foto kucingnya mirip banget. Yang sama persis kucingku yg baru hari iini ilang,bru 2hari ku pungut,ttpi apa daya dirmh gag bolehh pelihara.aku.titipin di warung dpn.sedih bgt mrasa kehilangan

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s