Bebek bertelur lebih sedikit gara-gara rumah tangga ngga harmonis???

couple.jpgbebek.jpgSetelah pagi ini berkunjung ke rumah Bapak T.O. Suprapto, pendiri Joglo Tani saya mendapat banyak informasi berharga, bahkan pencerahan. Pada awalnya saya berkunjung untuk mengundang beliau pada sebuah program penyuluhan pertanian dari kegiatan Pengabdian Masyarakat Pramuka UGM, maka kami pun berbincang-bincang mengenai program tersebut. Setelah kami (saya dan adik saya, Dimi) memaparkan data demografis dan sebagainya, beliau mengatakan bahwa mereka (warga tempat pengabdian masyarakat) perlu memahami aliran energi siklus nutrisi. Wah, penjelasannya agak panjang lebar soal ini. Tapi saya akan menceritakan apa yang terjadi kurang lebih satu jam setelah itu.

Sepasang suami istri (terlihat masih muda) dengan menggandeng seorang anak laki-laki balita masuk dan berkata ingin berkonsultasi mengenai beternak bebek. Si suami bekerja di sebuah restoran di jalan Magelang, dan si istri mengasuh si adek sambil beternak bebek. Mereka menjadikan bisnis telur bebek ini sebagai tambahan, dan selalu memantau dan melakukan evaluasi bisnis mereka setiap bulannya. Bebek mereka cukup banyak jumlahnya, sekitar 350 ekor. Tetapi mereka mengeluh bebek-bebek mereka bertelur lebih banyak pada musim panas dan bertelur lebih sedikit di musim hujan. Jadi, pada musim hujan target mereka tidak tercapai.

Spontan bapak T.O. bertanya, “Kalian ada masalah ngga? Rukun ngga?”

Sesaat kupikir Pak T.O. bercanda. Tapi air mukanya serius, ia menunggu jawaban dari sepasang suami istri itu.

Sambil cengar-cengir, sang istri menjawab, “yaaa.. ada..”

Si suami pun menambahkan, “setelah tanggal 20 itu biasa, Pak, tapi di atas tanggal 20 itu damai aja..”

‘Yaaaa, beternak bebek itu pakai jiwa. Kalau jiwanya ngga tentram, ya telurnya ngga banyak. Jangan dikira ngga ada jiwanya. Ini, meja pun punya jiwa” jelas Pak T.O.

“Benar Pak, kami juga pernah membuktikan!” si istri pun seolah tersadar bahwa memang benar kalo beternak bebek itu berhubungan dengan ketentraman rumah tangga.

“Nah, kalau begitu masalahnya sudah ketemu! Hahaha!” Pak T.O. pun tertawa.

Sekarang tinggal saya dan adik saya yang terbengong-bengong, “oh.. iya tho..”

This entry was posted in General, My Room. Bookmark the permalink.

8 Responses to Bebek bertelur lebih sedikit gara-gara rumah tangga ngga harmonis???

  1. Cabe Rawit says:

    Wah… perlu diteliti nih, kalo ane sebenarnya cenderung percaya ada kaitan antara produktifitas bebek petelur dengan aura di sekitar lingkungan-na, terutama pemilik…🙂

  2. rahmawati says:

    yea, animal instinc!!
    mungkin kalo saya mau pelihara bebek, kandangnya mesti agak jauh dari rumah, biar aura orang rumah ga ke-detect ma radar nya si bebek.. hwehehee..😀

    *terdiam*

    si bebek canggih tenan ya..

  3. alfaroby says:

    wah… kayaknya kalau dijadikan bahan skripsi bagus nih…..

  4. yogyeskarta says:

    bagi yang ingin beternak itik dapat meng-klik link di bawah ini:

    http://itikdanbebek.blogspot.com/

    Saya dapat membantu juga menyediakan bibit / DOD nya…Harga Franco Yogyakarta

  5. untuk hal semacam itu secara riset belum terbukti kebenarannya, hal tersebut semacam sugesti bagi diri kita sendiri, bisa juga sebagai motivasi, artinya apa yang kita inginkan sebenarnya telah muncul di dalam otak kita, bagaimana mewujudkan segala pikiran positif ke dalam kehidupan sehari- hari

  6. waduh benar apa mitos nih? Mungkin ini yang namanya animal instinc yaa..🙂

  7. Anonymous says:

    :D=))º°˚˚°º≈ нåнåн庰˚˚°º=)):D.

  8. ronald says:

    :D=))º°˚˚°º≈ нåнåн庰˚˚°º=)):D.

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s