Spooky house!!

Dalam usaha pencarian rumah, saya dan ibu membaca iklan koran. Lalu terlihatlah tawaran menarik; sebuah rumah di Prawirotaman, luas tanah dan bangunannya pas, harga terjangkau, dan masih dalam kota.

Siang itu juga, kami menghubungi contact personnya. Yang menerima adalah seorang bapak-bapak. Beliau memberikan alamat lengkap rumah tersebut. Karena fasilitas kamar belum dicantumkan, kami pun menanyakannya.

Terdengar seperti kurang paham, pertanyaan kami dialihkan kepada seorang ibu.

“Halo?”

“Iya ibu, kami mau menanyakan jumlah kamarnya..”

“Oo, kamarnya itu di bawah ada 3 kamar tambah 1 kamar pembantu. Yang di atas, ada 2 kamar, di tambah 1 kamar supir.” Ibu tersebut menjawab dengan suara tenang yang berwibawa.

Dalam pikiran kami, rumah ini menarik sekali. Punya banyak kamar, dan masih dalam kota.

Malam itu juga, kami ke sana. Saya, ibu, dan ditemani seorang supir. Hampir tak percaya kami melihat rumah itu. Gelap, kosong, dan terlihat tua. Berulang kali kami mengecek nomor rumah itu. Tapi ternyata benar, itulah nomor rumah yang dimaksud. Rumah itu terkesan angker. Dan anehnya, tidak terlihat bahwa rumah itu bertingkat. Ditambah dengan hujan yang turun malam itu, saya merasa tidak nyaman berada di sana, tapi ibu saya santai saja, jadi saya berusaha menenangkan diri.

Kami pun menghubungi bapak yang tadi siang. Bapak itu pun menyambut kami dengan hangat. “Sebentar ya, saya ambil senter.”

Lho, senter??? Ternyata rumah itu tidak ada lampu. Kondisinya juga tidak terawat. Tidak ada daun pintu, kotor. Saya pun masuk ke dalam rumah sambil memegang tangan ibu.

“Rumah ini sudah setahun tidak ditinggali. Pemiliknya sudah meninggal, baik bapak maupun ibu. Anaknya tinggal di Jakarta. Di sini kamarnya ada 3, kamar mandinya ada 2.”

“Loh pak, katanya tadi rumahnya bertingkat, dan kamarnya ada 7”

“Saya tidak bilang begitu. Saya tidak pernah bilang begitu.”

“Mmm, kita bicarakan di luar aja ya, Pak.”

Kami pun buru-buru keluar. Supir kami yang menanti di luar heran kenapa muka kami pada pucat.

“Iya pak, waktu itu dibilang, kamarnya ada 3 kamar tambah 1 kamar pembantu. Yang di atas, ada 2 kamar, di tambah 1 kamar supir” saya jelaskan sambil menunjukkan catatan saya. “Yang bicara suaranya ibu-ibu, iya kan, bu?” tanya saya kepada ibu untuk meyakinkan diri.

“Iya”, Ibu menjawab dengan kening berkerut. Ibu ikut heran, karena beliau juga mendengar sendiri ada seorang ibu yang menjelaskan mengenai kamar itu.

“Wah, tidak mungkin. Hp ini cuma saya sendiri yang pegang. Dan Anda tadi tidak menanyakan jumlah kamar, wong suaranya putus-putus”.

“Jadi yang bilang begitu siapa ya??????”
Bulu kuduk saya pun merinding.

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

4 Responses to Spooky house!!

  1. kabarihari says:

    waaa…serem amat, trus selanjutnya gimana?
    eh temen saya dulu juga pernah tuh ngalami gitu, nelpon ke nomor HP temennya, diangkat katanya sama oomnya, begitu di crosscheck ternyat siomnya itu sudah meninggal..

  2. Rahmawati says:

    Pada saat itu kami sampaikan kepada bapak tersebut bahwa kami butuh yang kamarnya banyak, sehingga hubungan kami dengan rumah itu selesai (syukurlah..)
    *bernapas lega*
    Saya menyebut kejadian itu “strange frequency”

  3. tHa_aDzeL says:

    kak ama sereeemm,,

    hahaha

    (ambigu,,
    kak ama atau ceritanya yang serem?
    silahkan jawab sendiri,,
    hehehe,,)

  4. bu dokter, obat sakit hati itu apa ya.. saya lagi sakit ni. obatin dong.. kalau bu dokternya mau sih..
    hehehehehe.. becanda kok

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s