Ia memanggil istrinya “Mamiku tersayang”

Hal baru yang saya pelajari ketika saya menjadi warga baru Pajangan. Saya mengenal dekat dengan sebuah keluarga yang begitu harmonis. Secara sepintas memang tidak kelihatan. Terlihat sama seperti lainnya. Tapi ketika saya bertukar nomor telepon dengan mereka berdua dan sang bapak mencoba menelpon istrinya untuk mengecek apakah sinyal Hp istrinya memadai atau tidak, terlihatlah satu nama di monitor itu. Ia memanggil istrinya, “Mamiku tersayang”. Sungguh suatu hal yang jarang saya temui.

Mereka menikah sudah lama. Sekitar 25 tahun. Usia mereka seperti usia orang tua saya, dan di Pajangan saya tinggal bersama mereka. Mereka sangat ramah dan memperlakukan saya seperti bagian dari keluarga mereka sendiri. Mereka selalu mengajak saya makan bersama, dan mempersilakan saya menggunakan fasilitas apa pun di rumah.

Suatu ketika, cucu mereka selapanan. Ini salah satu tradisi Jawa yang saya baru tahu. Selapanan itu maksudnya 32 hari. Jadi, ketika seorang anak selapanan, ia pun didoakan oleh dukun (bayi), dibuatkan sesaji, kemudian keluarga mengirimkan nasi berkat kepada tetangga. Saya pun dengan senang hati ikut ‘repot’ menyiapkan acara syukuran itu. Sang bapak juga tak kalah andilnya. Beliau turun tangan menyuwiri ayam kampung untuk kemudian dimasukkan pada setiap besek nasi berkat.

Setelah semuanya siap, kami pun duduk melingkar dan bersiap menyantap nasi gurih. Ketika sang ibu akan mengambil lauk, sang bapak mengambil sepiring ayam hidangan ayam kampung dan berkata, “Mana ya, untuk mamiku? “

Owww,, I wish I had a romantic husband like him..

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

9 Responses to Ia memanggil istrinya “Mamiku tersayang”

  1. Rahma says:

    loh, koq sorry?

  2. permatamerahputih says:

    Hahaha…😀
    Btw ralat dikit nih, selapan itu istilah u/ periode tiap 35 hari. Gitu…

  3. oRiDo says:

    waaahhh…
    walo udh nikah 25thn, masih romantissss…
    mudah2an aku juga bisa selalu romantis ama istriku tercinta…

  4. anas says:

    Salut aja deh, tuh sama bapaknya😀

  5. ompiq says:

    setiap hari jatuh cinta selama 25 tahun….

  6. natazya says:

    ah… aku juga berharap yang sama kalau demikian😀

  7. agus't says:

    Wah bisa jadi masukkan neh ntar kalau aq dah nikah nanti…biar romantis!!..hehe…

    salam knal ya..:)
    papanya nyebut istrinya dengan mamiku tersayang…kalau mamanya nyebut suaminya dengan sebutan apa ya..biar romantis!!

    thanks

  8. @Mbak No’: waahh iya ya Mbak? makasih ya Mbak, akan ama edit nanti🙂

    @semua Teman-teman: aamiin ya smoga kalian semua bisa mewujudkan 25 tahun pernikahan dan tetap romantis setiap hari.. maaf baru balas komennya..

    @my husband: C’mon you can do it.. seperti masa PDKT dulu itu😀

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s