Appendictomy, lagi???

Siang ini saya dapat sms dari Link! Kami 4 bersaudara, perempuan semua. Saya anak pertama, dan dia anak ke-3. Dia bilang, “Bapak ibu sedang di RS nunggu Nono mau operasi appendix”.

Saya yang saat itu sedang mengikuti Pembinaan dari Dinkes di Puskesmas Pajangan, kaget. Sejak kapan dia sakit? Kok mendadak …?

Namanya Anisa alias Nono. Dia anak bungsu, dan jelas paling manja. Apa-apa suka nangis. Paling sensitif di antara kami berempat. Dia baru duduk di kelas 5 SD. Anaknya kalem, dan disenangi teman-temannya karena senang memberi dan tidak suka marah. Di antara kami berempat, dia paling dekat dengan saya. Anak tengah dekatnya dengan anak tengah. Aneh ya?

Nah, ini dia yang lebih aneh. Saya appendictomy pada bulan Juni satu tahun yang lalu. Di keluarga kami, sudah kami berdua yang appendictomy. Kenapa ya? Apakah appendicytis ada ubungannya dengan faktor genetik?

Well, alhamdulillah operasi siang tadi berjalan lancar.

Semoga cepat sembuh ya, Dek! Cheer up! Jangan sering nangis🙂

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

9 Responses to Appendictomy, lagi???

  1. permatamerahputih says:

    Appendicytis genetik? Hee… kayaknya nggak tuh, buktinya di keluargaku aku doang yang nasib si appendix berakhir di meja bedah…😀

  2. kakeko says:

    Pas tak tanyain sih nono sakit ngga dik dia bilang ya😀

  3. indra1082 says:

    Selamat…. Semoga lekas sembuh…

  4. nh18 says:

    Hmmm …
    Usus Buntu ? Appendictomy ? Genetis ?

    Iya ya … adakah hubungannya ?
    Salam

  5. nengthree says:

    perasaan bukan genetik deh.. wuihh so tau..
    salam kenal ya!

  6. LinK says:

    hi!! link’s here!!
    hwe..

    ndak tu doo… ndak mungkin genetis… itu tu karena banyak dosa aja dya ma aku tu… ohohoho…

  7. rahmawati says:

    Pas tau H +1 dia dikasih mie goreng oleh suster dan setelahnya ia mengeluh panas, mual, dan muntah, wuih.. rasanya pengen tak ulek-ulek tu suster..

    Buat info aja ya, urutan bentuk diet untuk pasca bedah itu: makanan cair, makanan lunak: bubur sumsum, bubur nasi, nasi tim/ nasi lembek, dan makanan biasa. Memang bisa saja tidak melalui setiap fase ini, tapi untuk kehati-hatian perlu dilakukan hal di atas, tentunya dengan monitoring apakah si pasien bisa menerima atau tidak terhadap diet tersebut.

    I wish I were there!

  8. dian says:

    halo.. salam kenal yah..

  9. rita says:

    Semoga lekas sembuh ya……
    yang aku taw appendix”. bkan faktor genetik…..

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s