Mawarilah Aku

sebuah sajak dari S.Yoga

mawarilah aku, bisik langit
yang kerontang, sambil meletakkan
lengannya yang panjang di bumi
sebagai sungai

mawarilah aku, bisik bumi
bersandarlah langit dan bumi
senja hari, saling merebahkan kelelahan
di dada, yang berdetak bagi kehidupan

mawarilah aku, bisik langit
senja itu banyak cerita yang terkisah
bagai helaan mawar yang berlepasan
menciumi langit buminya, menemui pembaringan

mawarilah aku, bisik bumi
maka langit senja membungkuk
meremas jemari bumi yang runcing
menggamit pundak bumi yang ramping

mawarilah aku, bisik langit
sambil menjamah pinggang bumi
yang keramat, menggandengnya
pulang berpaut rindu

mawarilah aku, bisik keduanya
lalu angin menebalkan selimut rindu
yang baka, langit di luar merah kesumba
bumi di dada berhati jantung

Dari tabloid Nyata, edisi 1926 – V Mei 2008

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

17 Responses to Mawarilah Aku

  1. alfaroby says:

    MasyaAllah…. baguis tuh puisinya..
    dengan gaya bahasa yang unik dan menantang… menganalogikannya yang paling aku suka….

  2. Mawarilah: kata benda yang dijadikan kata kerja. Menarik!

  3. Rahma says:

    Bagi sang penulis, mawar di analogikan sebagai cinta.
    Jadi artinya “cintailah aku”

  4. Rere says:

    Kata-katanya bagus banget…..
    beda….
    jadi terinspirasi, hehehehe😛

  5. mbahnya says:

    Ktika baca jantungku berdesir. Ada yang memberontak di dada. makasih puisinya, joss…

  6. Edi Purwanto says:

    Ketika pujangga menulis puisi, maka makna lugas adalah rahasia yang hanya untuknya. Jika rahma sebagai penulis menganalogikan mawar sebagai cinta, menurut saya, Anda bukan pujangga

  7. Rahma says:

    eits, yang nulis bukan saya, mas.
    penganalogian itu dari sang penulis itu sendiri, tapi bukan saya lo mas.
    suampah bukan saya😀

  8. Edi Purwanto says:

    Ooo..:-)
    Kadang aku suka puisi juga sih…
    aku mau tulis pusisi di sini boleh?
    Kalo boleh kapan2 mampir lagi.

  9. Rahma says:

    silakan mas Edi

  10. hamsin says:

    puisinya menarik dalem banget kata-katanya, cintailah aku…mksih atas kunjungannya jangan sungkan2 jalan-jalan ke gubung saya

  11. tanparan says:

    Ini ada copyan puisi dari Landung Dosen pada Fakultas Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM.
    kalo aku sih bisanya cuma copy..:-)

    KESUMA kekasihku jalan ada pertemuan perjumpaan kembali. Tapi orang berjalan sendiri-sendiri. Kubawa badanku menempuh kemuliaan suluk, dan Adindalah justru tembang indah selaras yang merangkum syair suluk itu. Dinda mengira pergi, padahal aku hanya mengembara di dalam Adinda sendiri?

  12. Edipurwa says:

    Mungkin rahma pernah dengar musikalisasi puisi ini…aku lupa siapa pengarangnya, tapi itu gak penting…

    aku ingin mencintaimu
    dengan sederhana
    dengan kata
    yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api
    yang menjadikannya abu

    aku ingin mencintaimu
    dengan sederhana
    dengan kata
    yang tak sempat diungkapkan
    awan kepada angin
    yang menjadikannya tiada

  13. rahmawati says:

    ya,ya,
    saya juga pernah dengar mas.
    puisi nya bagus
    kok bisa hapal sih

  14. Edipurwa says:

    gak tau juga ya…kok bisa apal..
    yang jelas sering aku nyanyiin saat KKN di Magelang dulu…
    kata orang KKN singkatan Kisah-kisah nyata gitu…:-)

  15. Rahmawati says:

    dinyanyikan?
    pakai nada lagu apa?😀

  16. Edipurwa says:

    nada lagu apa ya…:)
    mungkin A=La ; “ala”
    kalo orang jateng bagian barat “ala” artine jelek…jadi lagunya ya gak enak didengar gitu deh…:) apalagi yang nyanyi Bob tutup ember, ini, bukan Bob tutup olie…

  17. ajie says:

    bagi yang kenal denga puisi,mungkin mudah untuk bercaci soal arti,tapi kadang tak mengerti dengan isi hati.
    mungkin penulis punya arti tersendiri…?

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s