Saatnya menolong diri sendiri

Seminggu ini rasanya full of stress. Dari pembimbing perfeksionis, banyak literatur yang perlu dipelajari karena knowledge perlu di-upgrade, perjalanan melelahkan pulang pergi Jogja-Banyumas yang berujung pada hilangnya HP SE yang baru dibeli (usianya belum ada 6 jam), memonitor pemberian diet pada pasien di bangsal anak dan bedah, hingga mengurus pembelian rumah jarak jauh.

Semenjak kehilangan HP 2 hari yang lalu, saya merasa terasing. Walaupun telah woro-woro bahwa saya punya nomor baru kepada keluarga dan teman dekat, tetapi yang menghubungi saya karena ingin mengetahui keadaan saya hanya ada 1 orang, vivi si tetangga sebelah via sms. Yang lain, tidak ada. Bahkan saya cenderung mendapat tekanan, “Urusan rumah gimana? Sertifikatnya udah dikeluarkan dari Bank?”

Sempat terpikir, “Ngga ada yang ingin tahu gimana keadaanku selama menjalani praktik?”

Udah bukan jamannya lagi kali ya?
Atau mungkin orang tua merasa bahwa saya sudah mampu berdiri sendiri.
Dan teman-teman.. tentu mereka punya masalah sendiri-sendiri.
Udah bukan jamannya lagi kali ya?
Diurusin, ditanyain, diperhatiin..

Sebenarnya sih sempat terpikir juga, “Kalo udah merit enak kali ya? Ada yang pastinya perhatiin kita..”
Tapi kata orang yang udah merit, menikah itu justru nambahin masalah. Masalahnya malah tambah kompleks dan rumit. Masalah yang saya keluhkan pas jaman kuliah dulu malah dibilang ‘masalah kecil’.
Jadi……?

Udah bukan jamannya lagi kali ya?
.. being a child
.. being a weak
.. childish, spoil and always ask for somebody’s help

Jadi……?
It’s time to get up!
Ini saatnya untuk menolong diri sendiri!

“Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani, wa a’uu dzubika minal ‘ajri wal kasali, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli, wa a’uudzubika minal ghalabatid daini wa qohrir rajaali..

..Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang.”

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

20 Responses to Saatnya menolong diri sendiri

  1. ulan says:

    gimana keadaan nya mbak??

  2. diah says:

    Assalamualaikum, salam kenal mbak Ama..

    turut berduka cita ya atas hape sonernya.. saya pernah kehilangan juga lho.

    ayo tetep semangat!!! ^_^

  3. susiloharjo says:

    Menanggapi masalah dengan tersenyum, terus kembangkan aura positif disekitar kita dan keep looking forward, semua yang datang dari ALLAH dan ketika ALLAH ingin mengambilnya mudah buat ALLAH, so terus bersyukur dan introspeksi diri jangan sampai ALLAH mengambil kenikmatan yang telah diberikan kepada kita karena ALLAH murka pada kita.

  4. realylife says:

    betul banget saya setuju
    maaf nich dah lama ngga mampir
    lagi nyiapin acara kopdar kemarin
    silahkan liat di postingan saya yang terbaru

  5. jiwakelana says:

    salam kenal mbak…, blogwalking ne.

  6. Rahma says:

    @ ulan
    better, alhamdulillah😀

    @ diah
    makasih..
    sesama penyuka soner ya:)

    @ susiloharjo
    yes, now I’m sure that it has been good for me

    @ realylife
    makasih udah mampir lagi
    apa kabar kopdar-nya? sukses?

    @ jiwakelana
    blogwalking? sesuai nama dong😀

  7. ubadbmarko says:

    Salam kenal mbak, mudah-mudahan aja dengan ngeblog bisa ngilangin stress.

  8. Laporan says:

    Hidup itu seperti air mengalir, manusia berusaha, Tuhan yang menentukan (*sok tahu*).

  9. memanjakan diri sendiri emang asyikkkk😀

  10. permatamerahputih says:

    Ada saat2 tertentu kita harus berani keluar dari zona nyaman kita…

  11. Rindu says:

    Mau saya bangunin tahajud malam ini sis? biar tenang🙂

  12. fickry says:

    Semua permasalahan akan menjadi kompleks kalo kita ngeliatnya ribet mbk..anyway, tinggal diganti aja frame permasalahan itu, insyaAllah akan lebih mudah diatasi..dan tersenyum lalu berkata, “Ini belum seberapa…”

    Semangat!!!

  13. jiwakelana says:

    ya aq memang sedang berkelana ke jiwamu, hehehehe.

  14. sungai says:

    banyak tips sehat. makasih. enak membacanya.

  15. mietha says:

    Ama? gimana kabarnya? tetap semangat jalain profesinya ya? moga sukses selalu..
    makasih dah berkunjung ke blog ita…

  16. ikoiko says:

    Woi wonder woman..
    harus kuat yah.. makanya, jangan kabur klo mo ditimbang dan diimunisasi di posyandu. Rugi loh, gak dapet bubur gratis.
    Wakakakakkakkakakk

  17. cahayasura says:

    Mode sepuh: bersyukurlah kehilangan karena berarti kau memiliki, bersyukurlah memiliki karena kau mencari, bersyukurlah mencari karena kau bergerak. Tapi lebih bersyukur kalau kau bisa memberi (daripada ilang…)🙂
    Tuh mau dibangunin mbak rindu. Kok ga nawarin aku ya…🙂

  18. sekarang saatnya menolong orang lain juga, mba..:mrgreen:

  19. yang lebih tahu tenteng kita ya…. kita…😀

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s