Akhirnya, masuk juga ke ruang maternal itu..

Begitu saya menghadapi hari senin, mau tidak mau saya harus melakukannya. Masuk ke ruang maternal (kandungan) dan melakukan Nutrition Care Process (NCP) adalah hal yang berat buat saya. Sebenarnya, sudah dari hari kamis minggu lalu saya dijadwalkan untuk praktik di bangsal maternal, tapi saya sengaja mengalihkan jadwal itu dan menggantinya menjadi “Anak” (dari pada mesti ke maternal). Oh, tolong deeh..

Saya selalu cemas ketika berada di kamar bersalin, atau ruangan yang berhubungan dengan persalinan dan kandungan. Itu sudah pernah saya alami ketika masih praktik di RSU Banyumas bulan lalu. Untung saja saya masuk ruang itu hanya untuk survey kepuasan konsumen sehingga tidak perlu setiap hari berkunjung ke sana. Sebelumnya, saya belum pernah masuk ruang itu. Tidak di RSUP Sardjito, tidak di RSUD Kota Yogyakarta , tidak di mana pun. Ehem😀 , sepertinya pernah ketika saya di RSUD Kota Yogyakarta, ketika saya harus berhadapan dengan seorang pasien Ca serviks stadium 3 (kanker rahim stadium lanjut); hanya saja ketika itu tidak jadi pendalaman kasus dan monitoring sebab saya langsung masuk RS Panti Rapih Yogyakarta karena mual dan nyeri perut (ternyata kemudian saya terdeteksi ke appendicytis sub akut dan langsung operasi).

Mengapa saya begitu takutnya masuk ke ruang maternal? Rekan-rekan saya juga bertanya begitu. Saya sempat bingung bagaimana menjelaskannya. Saya sendiri merasa itu hanya sebuah syndrom. Denyut nadi di atas normal, muka pucat, kaki terasa lemas, saya jadi ingin segera angkat kaki dari sana. Yah, syndrome; lagi-lagi saya bilang itu . Saya tidak bisa jelaskan alasannya, tapi dugaan saya adalah, saya takut menjadi seperti mereka. Maksud saya, takut mengalami abortus, KPD (ketuban pecah dini), SC (Sectio Caesar), bahkan saya masih takut mengalami partus (melahirkan). OOOOOOOhhhhhhh, tidaaaaak…

Hamil, melahirkan, dan merawat anak, memang hal yang lahiriah dari seorang wanita. Takdir. Dan itu pula yang membuat kedudukan wanita spesial bagi anaknya. Pfffffhh…

Hari ini saya sudah memasuki ruangan itu. Ruangan itu masih saja horor buat saya, tapi saya telah belajar menghadapinya.

Doakan saya!

This entry was posted in My Room. Bookmark the permalink.

10 Responses to Akhirnya, masuk juga ke ruang maternal itu..

  1. mubaraq says:

    Selamat mempunyai generasi Baru…Next step

  2. bashiroh says:

    Semoga kelak putra/putrinya menjadi anak yang shalih dan bisa membuat sejuk pandangan orang tuanya…

    Amiiin

    Didit Fitriawan

  3. l5155st says:

    Ibundanya semoga diberi kesabaran juga…! Amiiin…

    Ayahnya diberi kekuatan untuk mencari nafkah…

  4. Masenchipz says:

    hwek….kok bisa ampe keliatan kakinya ya… jadi takut gw…. he…he…

  5. presty says:

    good luck, ma!😀

  6. Rahmawati says:

    coba.. ada yang doakan saya cepet nikah🙂

  7. hanggadamai says:

    hah?? postingannya menjebak toh…

  8. yulism says:

    SubhanaAllah, mbak Ama
    itu di perut ibu hamil ada telapak kaki bayi ya? OMG. Amzing. Kalau saya kebalikan mbak Ama, udah pengen banget punya momongan, tapi sepertinya belum mendapat kepercayaan dari yang diatas. Semoga sydromnya segera sembuh, saya yakin nanti suatu saat akan hilang. Terimakasih

  9. Resi Bismo says:

    selamat yach, akan dikaruniai keturunan semoga anaknya menjadi anak yg shalih/ah.
    saya juga harus siap2 nich, kudu belajar banyak.

  10. ayudie says:

    aku mau ngomong apa ya bingung

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s