Kalahkan Hipertensi dengan Vitamin C

030608-vitamincHipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakt degeneratif, termasuk penyakit jantung (congestif heart failure), stroke, gagal ginjal (end stage renal disease), dan penyakit pembuluh darah perifer. Hipertensi sering disebut “a silent killer” sebab penderita hipertensi dapat saja tidak menunjukkan gejala hipertensi (asymptomatic) selama bertahun-tahun dan tiba-tiba mendapat serangan stroke atau jantung yang fatal.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk keadaan ini, tetapi tindakan prevensi dan manajemen dapat dilakukan untuk mengurangi insidensi dan kekambuhan penyakit. Peningkatan kejadian penyakit kardiovaskuler (Cadiovasculer Disease – CVD) pada 2 dekade terakhir menyebabkan deteksi dini dan kontrol hipertensi ditingkatkan. Penekanan pada perubahan gaya hidup (lifestyle) berperan penting baik untuk mencegah hipertensi primer maupun manajemen hipertensi.

Hal tersebut dapat berhasil pada 85% orang yang memiliki hipertensi, sementara statistik menunjukkan bahwa lebih dari 50% orang yang menggunakan obat-obatan tetap saja tidak berhasil mengontrol tekanan darahnya.

Sebuah studi pada wanita usia dewasa muda yang dipublikasikan oleh Nutrition Journal, Desember 2008, menghubungkan antara level vitamin C pada darah dengan rendahnya tekanan darah. Penelitinya, Dr. Gladys Block sangat merekomendasikan vitamin C dalam mempertahankan tekanan darah.
Studi tersebut melibatkan 242 orang wanita dari ras kulit hitam dan kulit putih, yang berusia antara 18 hingga 21 tahun, yang juga berpartisipasi dalam National Heart, Lung and Blood Institute Growth and Health Study, dan telah bergabung sejak usia 8 hingga 11 tahun. Setelah 10 tahun bergabung, level plasma dari asam askorbat (vitamin C) dan tekanan darah mereka dimonitor. Hasilnya, tekanan darah sistolik dan diastolik mereka berlawanan dengan level asam askorbat mereka.

Secara spesifik, wanita dengan level asam askorbat tertinggi mengalami penurunan tekanan sistolik sekitar 4,66 mmHg, dan penurunan tekanan diastolik 6,04 mmHg, dibandingkan dengan wanita dengan level asam askorbat terendah. Penelitian ini tidak membedakan massa tubuh, ras, tingkat pendidikan, dan asupan lemak serta natrium.

Wanita dengan level asam askorbat terendah ternyata cenderung memiliki karakteristik senang mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan fortifikasi dalam jumlah sedang, sementara mereka dengan level asam askorbat tertinggi senang mengkonsumsi diet tinggi buah-buahan dan sayuran atau mengkonsumsi multivitamin atau suplemen vitamin C.

Penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam kelompok tinggi level asam askorbatnya memiliki tekanan darah yang paling rendah. Penelitian lebih lanjut pada populasi ini masih terus dijalankan.

JUMLAH ASUPAN VITAMIN C YANG DIREKOMENDASI
Sebagai usaha pencegahan, RNI Inggris (1991) menyarankan konsumsi 40 mg per hari untuk pria dan 40 mg perhari untuk wanita. Sementara oleh DRI Amerika Serikat (2000) menyarankan sejumlah 90 mg bagi pria dan 75 mg bagi wanita. Dosis yang sama juga disarankan oleh AKG Indonesia (2005).

Dosis yang dipergunakan untuk terapi menurut Werbach (1990/99) adalah 50 mg – 200 g. Beberapa studi yang memberikan 5-10 g vitamin C per hari kepada orang sehat selama beberapa tahun telah mendemonstrasikan bahwa tidak ada efek samping, selain mual, loose stools, dan diare. Meskipun banyak laporan peringatan bahaya batu ginjal (bentuk batu oksalat) karena asupan vitamin C dosis tinggi (oksalat adalah hasil metabolisme asam askorbat), vitamin C dosis tinggi tidak meningkatkan ekskresi (pengeluaran) oksalat melalui urin, dan tidak berkontribusi dalam kejadian batu ginjal pada orang sehat. Akan tetapi, kepada orang dengan riwayat bati ginjal, atau riwayat sakit ginjal, hanya mengkonsumsi dosis >100 mg hanya dalam pengawasan dokter.

Tidak ada bukti bahwa vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan scurvy (kudisan) atau menurunkan bioavailabilitas dari vitamin B12. Vitamin C dosis tinggi dapat menghambat penyerapan tembaga (cuprum, copper), sehingga Anda perlu menjaga asupan tembaga. Anda patut pula berhati-hati terhadap Vitamin C dalam bentuk yang dapat dikunyah (chewable), dapat menyebabkan erosi dari enamel gigi karena keasamannya.

Sumber:
Block, G., Jensen, CD., Norkus, EP., Hudes, M., Crawford, PB. 2008. Vitamin C in plasma is inversely related to blood pressure and change in blood pressure during the previous year in young Black and White women. Nutrition Journal December 17, 2008.

Hendry, Joene. 2008. High Vitamin C Linked to Lower BP in Young Women. Reuters December 30, 2008.

Mahan, Kathleen dan Escott-stump. 2000. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy 11th Edition. NY: Saunders.

Mercola. 2009. Lower Your Blood Pressure With Vitamin C. www.mercola.com January 24, 2009.

Zimmermann, Michael. 2001. Pocket Guide to Micronutrients in Health and Disease. NY: Thieme.

Related link:

Cegah dan Kontrol Hipertensi dengan DASH Diet

How To Treat High Blood Pressure Without Drugs

This entry was posted in Hipertensi, Nutrition's corner. Bookmark the permalink.

29 Responses to Kalahkan Hipertensi dengan Vitamin C

  1. informasi yang bagus

  2. mikekono says:

    sepertinya saya punya
    gejala hipertensi….
    postingan ini menyadarkan
    saya soal pentingnya
    vitamin C…..thanks sista
    salam kenal lagi 🙂

  3. ahsinmuslim says:

    tanya bu Dokter, hipertensi itu disebabkan oleh apa yach?

    maklum orang kampuang. he..he..

  4. ukh.. ajip!! Vitamin C is my like…
    Apalagi main bannernya.. bikin laper aja bawaannya…😀

    Nice info…😉
    Salam kenal….

  5. falla says:

    I love vit c..!!!
    kalo konsumsi kebanyakan bagus ga sih??
    terus vit c yang 500mg kalo di konsumsi tiap hari bagus juga ga si..?

    mbak tukeran link dounk..
    linkmu udah daku tautkan sejak lama loh…

  6. emma says:

    nice postimg..nice info..

    tararenkyuuu…

  7. accan says:

    Kak Klo sakit biduran(gatal2) obatnya yang mujarab apa???

  8. zaldy munir says:

    Saya mau nanya nih Mbak. Kalo obat “Cinta” apa ya Mbak???

  9. ciwir says:

    bertambah lagi pengetahuan ku…
    jika, Vit C 1000mg dikonsumsi, maka setidaknya mengkonsumsi lagi selang 10 hari ya bu?

  10. Anton says:

    Waaaahhhhhh…..ternyata aku kurang asupan vit.c. Padahal aku maen basket 4 kali seminggu. Basket kan membutuhkan energi dan daya tahan tubuh. Salam kenal mba🙂

  11. hmcahyo says:

    lama gak kesini mbak😀

  12. hmcahyo says:

    kunjungi http://ibsn.web.id dan tinggalkan jejak disana😀

  13. mbak maya says:

    It’s a nice blog. Salam kenal ya mbak.

  14. ida kustini says:

    Mau dunk share hipertensi….sebab 28 jan s/d 5 feb 2007 sy dirawat di RSP gara2 stroke ringan krn tekanan darah sy 220/120 saat itu….n saat ini 160/110……

  15. septarius says:

    guys…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..

    akhir pandaftaran artikel 25 Maret ’09 jam 23.59 wib..

    IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^

    http://ibsn.web.id/3rd-ibsn-blog-award

  16. husnunarif says:

    emang sih vitamin c itu berguna bagi tubuh, tapi walaupun begitu jgn berlebihan dalam mengkonsumsinya…

    Husnun – Weblog

  17. langitjiwa says:

    sudah beberapa minggu ini saya tidak mengkomsumsi vitamin C

  18. kellyamareta says:

    sebelumnya blom tahu kalo vitamin c bisa mengurangi hipertensi
    terima kasih infonya

  19. goncecs says:

    mbakyu yang satu ini emang ahlinya masalah GIZI !!!
    saluut pokoke !!!

  20. Om Shani says:

    Good Post

    Terima kasih sudah sharing………

    Salam kenal dan mampir ke tempat saya ya Bu’

  21. bagaimana vit c sebagai antioksidan

  22. sri sapti says:

    ass… bu dokter, dosis dan vit c paling tepat untuk orgtua kita yg sudah tua, brapa ya dan apa nmnya?

    Ayah drh rendah, ibu hipertensi..

    makasih ats jawabnnya nanti

  23. Ama says:

    kebutuhannya sama saja dengan orang dewasa, hanya saja karena kemampuan penyerapannya lebih rendah, sehingga diperkirakan lebih banyak yang tidak terserap alias terbuang, maka asupan yang lebih tinggi juga dianjurkan. Jika bisa dipenuhi dari sumber alami lebih baik.

  24. Terimakasih infonya
    SUKSES terus yah buat Blognya

    Silakan mampir ke Blog kami
    http://sehatalaherbal.wordpress.com

    KAMI MENYEDIAKAN:
    1. PROPOLIS PLATINUM, (Anti Bakteri, Anti Virus, Anti Jamur, Antioksidan, Anti Radang, mengandung Flavonoid)
    Konsumsi cukup di tetes saja
    2. Kaos Kaki ANTI BAKTERI
    3. PAKAIAN PELANGSING yang membakar lemak lebih cepat.
    4. Produk PENGHEMAT BBM hingga 30% (120.000/packs)
    5. BLACK JADE, penguat, pembesar organ vital, meningkatkan kualitas mani dan kepuasan, badanpun sehat bugar
    6. KLOROFIL

  25. andzah says:

    hmmm, sepertinya saya juag terkena gejala hipertensi,..dari kemren pusing bukan maen,..sekarang dah agak mendingan …thanks infonya🙂

  26. baby says:

    tq info nya,tp mnrt info lain yg sy dengar vitamin C berlebih bisa menimbulkan colestrol tinggi,apa benar ya?

  27. baby says:

    sejak 28 februari 2008 sampai saat ini 04 april 2011 tensi sy kisaran 150/100 – 170/110 koq ga bisa di bawah itu ya dok? (padahal sy rutin every day minum : (pagi) adalat oros + valsatran. (mlm) iniaspi + symvpastatin…

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s