Menunggu

Menunggu tanpa kepastian
Dihempas ombak harapan
Menunggu dan terus menunggu
Terbuai wajah ayu nan lugu

Cepatlah,
Ini mulai membuatku lelah
Jangan diam saja
Kau hanya kaburkan asa

Ah, ini membuatku gila!
Sekian lama telah berlalu
Kau tak juga mengerti aku
Rasa sesak naik ke atas kepala

Cepatlah,
Cepatlah kunyah!
Oh yasmine nan cantik bagai serunai
kapankah acara makan ini selesai? :’)

***

Depok, 13 Maret 2014
Puisi iseng untuk anakku, Yasmine, yang makannya lama sekali😀

This entry was posted in Dunia Menulis, Puisi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menunggu

  1. susiloharjo says:

    Memang beda sama adeknya kalau makan ngunyahnya cepat, sabar ya yang

  2. hahahaa.. iya, ayah.. masalah giginya juga kali yah yg bikin dia kesulitan😦

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s