Koyo (hot patch)

Dulu, saya “ilfil” ngeliat orang pakai koyo — termasuk suami saya sendiri, ia suka pakai koyo di saat-saat tertentu– soalnya koyo itu (menurut saya loh) kuno banget! Ngga kerenlah!

Saya pernah sih coba pakai koyo cabe dan rasanya naudzubillah! Panas banget! Kulit saya terasa terbakar!

Namun semalam, ketika saya diserang rasa sakit luar biasa di pinggang belakang dan punggung karena PMS, dan saya tak menemukan minyak kayu putih, balsem, minyak GPU, atau minyak apapun, akhirnya saya pasrah sama saran suami untuk menggunakan koyo. Bukan koyo cabe, tapi koyo Salonpas yang biasa (bukan Salonpas Hot). Koyo yang tidak digunakan suami saya karena dianggap “ngga berasa”. Wakakak!

Setelah 30 menit pemakaian, mulailah terasa hangatnya. Wah, enak banget. Hangatnya pas, tidak terlalu panas. Lagipula, murah, tidak berbau mencolok, dan tahan lama sampai 8 jam.

Jadi, karena semalam saya menghabiskan 6 lembar koyo, berarti untuk perjalanan besok saya harus beli dulu ke grocery store, hihihi😀

Ada lagi yang suka koyo?🙂

This entry was posted in My Room and tagged , . Bookmark the permalink.