Menjelang Travelling

Harus saya akui beberapa hari ini saya dilanda rasa cemas berlebihan hingga merasa malas makan, mual hampir setiap saat, dan susah tidur. Penyebabnya adalah karena saya akan bepergian ke kampung halaman suami, dengan membawa anak-anak dan banyak barang. Penyebab lain karena saya sedang PMS, sehingga rasanya makin kacau dengan sakit kepala, sakit pinggang, dan sensitif (gampang sedih, gampang marah, dll). Komplit kan?

Saya menulis agar lebih lega.

Anak-anak menjadi pikiran saya karena mereka masih kecil, 3,5 tahun dan 2 tahun. Saya mencemaskan keadaan mereka di jalan: apakah mereka mau makan di perjalanan, apakah mereka akan masuk angin dan muntah nanti, apakah mereka akan duduk tenang di pesawat (masing-masing sudah dapat seat sendiri). Anak pertama saya, sudah terlatih naik pesawat. Ia duduk sendiri dengan tenang di dekat jendela, tidur begitu pesawat take off, dan bangun saat pesawat landing. Menyenangkan bukan? Mudah-mudahan perjalanan nanti juga seperti itu, aamiin.. Nah, adiknya, baru kali ini akan duduk di seat sendiri di pesawat. Awalnya sih saya merasa senang karena itu artinya saya bebas dari memangku anak — bukan karena apa-apa, tapi saya orangnya mabukan, hehe — tapi kemudian saya cemas karena si adik ini anaknya agak sedikit manja dibanding kakaknya. Bagaimana kalau nanti dia malah merusuh di pesawat dan minta dipangku sama saya, sementara saya harus mengatasi rasa mabuk saya sendiri (ayahnya akan duduk di seberangnya kayaknya). Hahaha..

Anak-anak juga sudah saya persiapkan dengan tas. Si kakak saya belikan tas trolley ransel, si adik backpack kecil. Gunanya untuk membawa baju ganti (cadangan) dan bekal makanan minuman masing-masing anak. Artinya, saya akan terbebas dari tas tangan yang penuh dengan popok, baju ganti anak, makanan dan minuman. Hahahaa!😀

Soal barang-barang, kami membawa banyak oleh-oleh. Buat saya ini harus, karena kami datang ke sana untuk pernikahan adik ipar, jadi yang membuat kotak oleh-oleh ini begitu besar adalah kado. Tak apa saya pikir, karena awalnya kami berdebat tentang cara membawa semua barang-barang itu (karena saya ingin membawa banyak oleh-oleh, sedangkan suami tidak), tapi sekarang masalah sudah teratasi dengan membeli sebuah kotak besar sehingga semua barang oleh-oleh dapat dimuat di sana. Sementara baju-baju kami berempat akan dimasukkan ke dalam sebuah koper besar, sehingga bagasi tidak banyak. Kotak oleh-oleh sudah rapi, baju-baju sudah dikumpulkan di satu tempat sejak H -3, tinggal hal-hal kecil yang belum disiapkan seperti sikat gigi, shampoo, dll.

Hal lain yang kucemaskan sebelum bepergian adalah rumah. Bukan soal keamanan rumah, tapi soal berantakannya rumah sebelum ditinggalkan. Misalnya sisa makanan di atas piring atau panci, piring kotor menumpuk, sisa nasi dalam rice cooker, yang bisa ditebak ketika pulang nantinya kita akan mendapati berbagai jenis jamur di sana. Iyuuuh deh😦
Pelajarannya adalah jangan meninggalkan rumah dengan piring kotor dan makanan sisa! Saya akan mengatasi ini dengan memasak nasi secukupnya dan sisanya dimasak menjadi nasi goreng lalu dibawa sebagai bekal perjalanan. Sounds great, huh?🙂

Pelajaran lain dari travelling sebelumnya juga sudah kuantipasi kali ini, yaitu jangan packing H-1, apalagi semalam sebelum berangkat. Tahun lalu, saya sampai baru tidur sekitar pukul 02.00 pagi hanya untuk packing pakaian saya dan anak-anak. Hasilnya, jelas saya jadi kurang tidur, masuk angin di perjalanan, sakit kepala karena masuk angin, mual, dan pastinya tidak bisa menikmati perjalanan.

Padahal, perjalanannya normalnya memakan waktu hampir seharian karena kami harus naik taksi dulu ke bandara selama 1,5 jam, ditambah pesawat 2 jam, perjalanan ke kampung halaman suami 3 jam, belum termasuk waktu untuk check ini, menunggu boarding, makan, dll. Makanya, tidur yang cukup sebelum berangkat sangat diperlukan.

Yah, jika semua telah dipersiapkan dengan baik saat ini, maka selanjutnya kita hanya bisa berdoa dan berserah kepada Allah. Semoga perjalanan besok dapat berlangsung lancar. Aamiin..🙂

This entry was posted in me as a mom, My Room and tagged , . Bookmark the permalink.

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s