Hukuman

Apa yang dilakukan orang saat bermasalah dengan orang lain? Biasanya orang itu akan mengekspresikan diri untuk menunjukkan bahwa ia marah. Misalnya seperti ini:

1. Pasang tampang cemberut
Cemberut, muka jutek, atau muka bete adalah hukuman paling ringan menurut saya. Kaum hawa sering melakukan ini sebagai tanda tidak suka atau protes. Kalau dia cemberut, tapi tidak dengan mengeluarkan kata-kata, berarti sebenarnya dia tidak suka tapi menahan diri untuk protes. Kalau dalam nahi mungkar, inilah yang disebut selemah-lemahnya iman🙂

2. Ngomel
Ngomel itu protes. Berarti menyuarakan ketidaksetujuan. Sisi positifnya adalah orang lain jadi tahu bahwa orang tersebut tidak berkenan, dan yang bersangkutan dapat mendiskusikan masalah itu lebih lanjut bersama. Asalkan disampaikan dengan cara yang santun, kenapa tidak? Toh manusia normal berkomunikasi dengan bahasa verbal dan non verbal, bukan dengan telepati.

3. Ngambek
Ini adalah cara protes yang kurang terhormat. Biasanya dilakukan oleh orang yang masih berjiwa kekanakan dengan mengancam melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan agar keinginannya dipenuhi. Iya, saya juga kadang masih melakukan itu :p

4. Merusak barang
Waduh, ini enggak banget deh. Kasian barangnya. Tingkat kerugiannya bisa tinggi nih. Tergantung nilai ekonomi dan nilai sentimentil dari barang yang dirusak. Belum lagi kerugian sisi psikologis dari orang yang diintimidasi. Iya dong, apalah tujuan merusak barang kalau bukan mengintimidasi orang lain ya kan?

5. Mengejek, menghina, mencaci
Yah pasti kalian mengerti yang saya maksud pada point ini ya. Memang parah banget nih.

6. Menyakiti fisik lawan bicara (memukul, menampar, dll)
Waduh, ini berat. Katanya, kalau orang tipenya ringan tangan begini biasanya susah berubahnya. Semoga teman-teman tidak mengalaminya ya. Dan jangan pernah lakukan ini kepada orang lain, kecuali kriminal yang memang pantas diperlakukan begitu.

7. Mendiamkan
Menurut saya ini hukuman paling berat untuk seseorang: mendiamkan. Menganggapnya tidak ada.

Bayangkan saja. Orang itu mendiamkanmu, tak mau melirikmu-melihatmu-menatapmu-apalagi memandangmu. Tak ada ekspresi yang terpancar di wajahnya. Datar saja. Orang itu tak terganggu akan kehadiranmu, bahkan kau benar-benar tidak ada buatnya. Wuah, itu kejam sekali. Bagi saya, lebih baik saya dimaki-maki daripada didiamkan seperti itu.

Bukannya tidak boleh ya, boleh saja kita marah kepada seseorang karena suatu hal, tetapi ada koridornya. Karena sesama muslim adalah saudara, Rasulullah bersabda,

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560).

Begitulah macam-macam bentuk kemarahan seseorang terhadap orang lain menurut saya. Ada yang ingin menambahkan?🙂

This entry was posted in Dunia Menulis, General and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hukuman

  1. dulu sblm menikah saya suka ngelakuin yg no 3 dan 4, udah jd istri dan ibu, sy sering pake no 2 dan 7 , yg 2 kalo marah sama anak, yg 7 marah ma suami hehehe

  2. Yang no.7 lebih elegan ya Kak? Hehehe.. Makasih Kak udah berpendapat🙂

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s