Luncuran (playground talang)

image

image

image

image

image

Dulu, ketika masih mengaji di TPA Musholla Al-Azhar (complex Talang, Duri Camp CPI), aku suka bermain di playground ini hampir di tiap waktu istirahatnya.  Sangat menyenangkan bermain di tempat ini. Ada dua arena luncuran, sebuah arena panjat-panjatan yang besar, dan sebuah papan kayu jungkat-jungkit.

Waktu itu, rumahku yang juga di kompleks Talang, tak begitu jauh dari TPA dan playground itu. Sekitar 500 m saja. Aku biasa jalan kaki dan kadang naik sepeda ke sana.

Setelah sekitar 15 tahun berlalu, keadaan banyak berubah. Aku sudah berkeluarga dan punya anak-anak. Aku pun sudah tak tinggal di Duri lagi.

Orang tuaku masih tinggal di Duri, tapi di kompleks yang lain. Di momen idul fitri dan aku mengunjungi orang tuaku, aku pun ingin mengetahui seperti apa playground itu saat ini. Aku membawa suami dan anak-anakku ke sana. Bernostalgia🙂

Ternyata, dua buah luncuran dan papan jungkat-jungkit masih ada di sana. Yah, meski sudah diganti dengan yang lebih baru. Arena panjat-panjatan sudah hilang, diganti dengan arena lain yang lebih kekinian. Banyak arena bermain lain yang ditambahkan pada lapangan ini, tetapi tak menjadi perhatianku.

Lama aku memandangi luncuran dan jungkat jungkit yang ada. Aku merasa sedikit lucu: 15 tahun berlalu dan aku yang kecil kini berganti dengan aku yang besar; aku yang dulunya seorang anak berganti dengan aku yang seorang ibu; aku yang dulu bermain dengan lincah di sana, berganti dengan aku yang menemani anak-anakku bermain. Dan aku bisa tersenyum melihat wajah ceria mereka bermain sambil mengunyah makanan dengan lahapnya. Wow, what a beautiful scene!🙂

P.S. menyuapi anak-anak sambil jalan-jalan dan bermain bukanlah hal yang patut ditiru, ya😀

This entry was posted in My Room and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Luncuran (playground talang)

  1. riki says:

    wah salah satu saksi bisu masa kecilku neehhhh🙂
    aq paling seneng kalo naek luncurannya rame2,,
    ntar pas sampek bawah nyungsep deh smuanya😛

    indahnya waktu itu..
    blum tercemari pikiran2 dunia yg menjemukan🙂

  2. Hahaha.. *ngebayangin riki kecil n teman-teman main luncuran sampai nyungsep* luncuran yg dulu itu tinggi ya, Riki?😀

    iya, iya, bener itu, Rik. Dunia anak-anak itu menyenangkan. sederhana, ga neko2🙂

  3. susiloharjo says:

    Entah kenapa bacanya agak puitis, melankolis gimana gitu tapi bacanya berat kurang mengalir bahasanya jadi agak kaku ya (In My Humble Opinion) BTW bernostalgia ke tempat kecil itu mmg sangat menyenangkan

  4. iyakah? huhuu.. thanks for the opinion. memang kaku ini. lagi bingung gimana menyampaikannya. mau dong dicontohin nulis yg seharusnya..

  5. susiloharjo says:

    Kalau ayah yang disuruh nulis adanya airnya bukannya mengalir malah menguler🙂

  6. but i love ur writing (dg mengabaikan tanda bacanya) and I’m longing to read more of ur story🙂

  7. susiloharjo says:

    Ayah kehilangan kemampuan menulis hiks😦 sudah lama banget ngga menulis

  8. menulis itu skill, semakin dilakukan semakin ahli.. ayo mulai lagi, Yah!🙂

  9. susiloharjo says:

    Kalau menulis satu sampai dua paragraph sudah sering cuman menulis serius yg belum he3

  10. menulis serius cobain satu dua paragraf dulu, yah. nanti ditulisan berikutnya ditambah. jadi makin banyak paragrafnya🙂

    Semangat ya, Ayah! Kan ada yang udah janji buat anniversary nanti.. *kedip-kedipin ayah*

  11. susiloharjo says:

    Ok deh nanti kalau sudah dapat idenya dicoba nulis lagi

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s