Menikmati Perjalanan

1407988218820Saya termasuk orang yang sering dilanda kecemasan menjelang bepergian jauh. Terutama bila bepergian membawa anak-anak tanpa suami. Saya mudah mabuk darat, laut, dan udara, sementara kami akan menempuh perjalanan panjang dengan mobil dan pesawat. Bagaimana saya akan mengurus anak-anak bila saya tak bisa mengurus diri saya sendiri?

Waktu itu, saya bersama anak-anak akan kembali ke Depok (Jawa Barat) setelah mudik ke rumah orang tua saya di Duri (Riau).

Dua hari sebelum berangkat, saya mengalami insomnia hingga pukul 03.00 pagi. Otak saya dipenuhi pikiran-pikiran yang berganti cepat. Saya memikirkan bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu, dst. Banyak berandai-andai. Otak visual saya pun sempat menggambarkan kecelakaan yang akan terjadi di perjalanan😦

Kami akan bepergian tanpa ayahnya anak-anak. Meskipun begitu, kami akan diantar oleh eyang putri dan mbah kakungnya anak-anak yang dijadwalkan akan menghadiri wisuda adik saya di Jogja. Hanya saja, tetap ada perasaan “tak ingin merepotkan” karena sudah sangat merepotkan dengan mengantarkan kami.

Akhirnya, H -1, saya perbanyak dzikir dan berdoa kepada Allah. Saya berdoa, “Ya Allah, mudahkanlah.. mudahkanlah..” supaya Allah berkenan mempermudah perjalanan kami. Demikian saya ulangi terus menerus menjelang berangkat. Alhamdulillah malam sebelum berangkat itu, saya dapat mempersiapkan segala keperluan kami dengan lancar, serta dapat tidur dengan mudah dan nyenyak.

Dini hari pukul 4.30 WIB, kami memulai perjalanan itu. Bekal nasi, mie goreng, dan telur rebus untuk makan anak-anak selama di perjalanan, baju ganti anak-anak 1 stel/per orang, air minum, dan cemilan, sudah siap di dalam tas.

Selama perjalanan pun, hati saya merasa lebih tenang. Saya merasa, perjalanan kami terasa dipermudah segala sesuatunya. Saat menaiki travel trans bandara berarmada kijang innova, si Adek duduk bersama saya, dan tidur selama di perjalanan. Si Kakak duduk bersama eyang putrinya; sepanjang perjalanan ia bercerita dan bernyanyi riang🙂 Kami juga mendapat supir travel yang ramah dan mengemudinya enak, sehingga saya tidak mengalami mual di perjalanan. selain itu, jalan lintas kota Duri-Pekanbaru yang diprediksi macet, ternyata tak lama macetnya, sehingga kami punya waktu lebih untuk sarapan di Minas, sehingga kami semua tak masuk angin. Anak-anak alhamdulillah sehat selama di perjalanan dan cukup kooperatif; makannya lahap, minum susu lancar, dan mau duduk manis di pesawat dengan menggunakan seat belt sambil membaca atau pun bermain games yang ada pada monitor tiap seat pesawat Batik Air. Sesampainya di Jakarta (keluar dari bandara) pun, kami langsung dapat taxi yang pengemudinya ramah. Di atas taksi, si Kakak dan si Adek kembali melahap bekal mereka selama sekitar setengah jam, kemudian tidur nyenyak di 1 jam perjalanan sisanya (ou yeah terasa tenang sekali akhirnya mereka tidur).

Memang bukan berarti tanpa halangan selama di jalan. Misalnya si Adek yang menumpahkan hot tea ke jaket dan celananya di pesawat, hehehe🙂 Tapi alhamdulillah untungnya teh yang tumpah itu sisa teh yang kubagi ke kakaknya sehingga tidak begitu banyak jumlahnya dan tidak begitu panas lagi. jaketnya si Adek hanya basah sedikit di bagian luarnya, dan untuk celananya saya sudah siapkan celana ganti di backpack si Adek. Ada lagi halangan yang lain, tapi saya anggap itu hal yang lumrah; yaitu kakak dan adek berantem di atas pesawat memperebutkan sebuah buku cerita, hahaha!😀 tapi lhamdulillah tak sulit menertibkan mereka saat itu.

Sekitar pukul 05.00 sore, kami tiba di rumah Depok dengan disambut ayahnya anak-anak yang ternyata mengambil cuti setengah hari dari kantor — makanan kecil dan minuman pun sudah disiapkannya di atas meja *terharu*.

Yap, kurang lebih 12 jam perjalanan, dan secara keseluruhan perjalanan ini lancar. Mission completed! and I enjoyed the traveling!🙂

Ternyata, ketika kita meminta dengan sungguh-sungguh, seraya mendekatkan diri kita kepada-Nya, maka Allah akan kabulkan.

Yang penting, kita sudah berikhtiar dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan usaha yang terbaik. Untuk hasilnya, kita pasrahkan kepada Allah, dan ber-khusnudzon bahwa Allah akan kasih yang terbaik pula.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.. :’)

* * *

P.S. Terima kasih kepada Bapak dan Ibuku yang sudah mengantarkan kami sampai rumah dengan selamat. Saya sayaaaang banget sama Bapak dan Ibu.. *peluk erat*

Terima kasih juga untuk suamiku tercinta yang diam-diam cuti setengah hari untuk bisa menyambut kami di rumah :’)

This entry was posted in me as a mom, My Room and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Menikmati Perjalanan

  1. susiloharjo says:

    Ada yang ketinggalan dari cerita ini

  2. apa itu, Yah? kasih tau dong..🙂

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s