WWL bersama Dipa (pengalaman menyapih dengan cinta)

Saya ingin berbagi tentang pengalaman WWL atau Weaning with Love (menyapih dengan cinta) saya bersama anak kedua saya, Dipa.

19 Maret 2014, saya bangun pagi dengan perasaan yang luar biasa. Hari ini adalah hari ulang tahun yang kedua dari anak kedua saya, Dipa, dan juga merupakan hari pertama untuk memulai proses weaning with love. This is a big day!

dipa dan bundaSaya sudah menjalankan tekad saya untuk menyusui Dipa selama 2 tahun, setelah sebelumnya gagal untuk melakukannya kepada Yasmine, anak pertama saya.

Yasmine hanya mendapat ASI hingga usianya tepat 1 tahun, sebab ASI saya berhenti berproduksi. Waktu itu, ketika Yasmine berusia sekitar 10 bulan, saya ketahuan hamil 8 minggu. Perlahan, ASI saya berkurang. Hingga akhirnya ketika Yasmine berusia 1 tahun, ASI itu berhenti sama sekali. Saya sudah berusaha agar ASI saya tetap lancar dengan meningkatkan asupan cairan, memperbanyak makan sayur, minum suplemen khusus, tapi tetap tak berhasil. Sedangkan Yasmine, ketika dia berusaha mengisap, dan ternyata mendapati bahwa ASI saya telah kering.

Hal itu cukup membuat saya terpukul, dan berjanji agar bayi yang saya kandung saat itu harus mendapatkan ASI 2 tahun.

Menjelang usia Dipa 24 bulan (2 tahun), yaitu sejak usianya 18 bulan, saya pun telah mengurangi frekuensi menyusuinya. Saya membuat aturan bahwa saya hanya akan menyusuinya di tempat tidur, yaitu sesaat sebelum tidur, yang artinya 2 kali sehari. Aturan yang saya buat begitu, tetapi pada praktiknya bisa 4-6 kali juga menyusuinya dalam sehari. hehehe😀

Sekarang setelah usianya genap 2 tahun, inilah saatnya, saya telah memenuhi janji saya. Dan tibalah saatnya pula, untuk berpisah. Di malam hari, ketika ia mulai menyusu seperti biasa, saya mengusap kepalanya sambil menyampaikan pidato yang telah saya latih berulang kali sebelumnya.

“Adek, terima kasih atas 2 tahun yang luar biasa. Bunda bahagia sekali bisa menyusui Adek selama ini. Bunda sayang sekali sama Adek. Adek, maafkan bunda ya, karena masa-masa menyenangkan ini harus berakhir. Adek sudah semakin besar, dan Adek akan belajar makan yang banyak supaya cepat besar. Seperti Kakak Yasmine tuh kalau lapar, makan nasi; kalau haus minum air putih, OK Adek?”

“Mm-hm,” jawabnya singkat.

Saya pun lega mendengarnya. Saya kira dia akan berkaca-kaca atau pun berkata “Ngga mau!” seperti para balita lainnya, tapi ternyata jawabannya santai sekali.

Keesokannya, ia masih meminta ASI lagi. Aha! Sepertinya dia belum paham maksud saya kemarin. Hahaha! 😀 Tapi saya pun tak memaksa, mungkin ia butuh waktu untuk lebih memahaminya, dan belajar untuk berjauhan dengan “soulmate“-nya itu.

Saya pun mulai benar-benar membatasi ia menyusu 2x/hari. Hanya menjelang tidur saja (tidur siang dan tidur malam). Ketika usia Dipa 2 tahun 1 bulan, frekuensi menyusui pun saya kurangi lagi menjadi 1 kali sehari saja, yaitu sebelum tidur malam.

Saat sebelum tidur malam, saya dan suami mengupayakan agar ia lepas dari mimiknya. Suami membantu dengan mengajaknya tidur dalam pelukan ayahnya. Hal itu kadang berhasil menjauhkannya dari mimiknya, dan seringnya juga tidak berhasil. Mungkin karena saat-saat menyusui itu merupakan salah satu saat paling nyaman dalam hidupnya. Dimana ia merasakan pelukan, bisa mendengarkan detakan jantung bundanya,  bisa memeluk bundanya, bisa memainkan rambut bundanya. Dan buat saya juga sama saya rasakan. Bahwa menyusui adalah saat paling intim antara seorang anak dengan bundanya. Maka dari itu, selama itu, bundalah orang yang paling dapat memenangkan hatinya.

Saya tak mau memaksanya untuk berhenti dengan menempelkan kopi, sesuatu yang pahit, masker, atau apa pun di sekitar puting. Tidak pula ingin membohonginya dengan mengatakan bahwa mimiknya sudah basi. Saya pikir itu terlalu memaksanya. Saya ingin dia berhenti karena dia sadar, dan ia yang menghentikannya dengan kesadarannya itu.

Hingga akhirnya usia Dipa 2 tahun 2 bulan, sebelum tidur dan ia mulai meminta ASI, saya pun kembali mengulangi pidato yang pernah saya sampaikan dulu. Kali ini saya sampaikan sambil menatap matanya.

“Adek, terima kasih atas 2 tahun yang luar biasa. Bunda bahagia sekali bisa menyusui Adek selama ini. Bunda sayang sekali sama Adek. Maafkan bunda ya, karena masa-masa menyenangkan ini harus berakhir. Adek sudah semakin besar, mimiknya sudah tidak cukup lagi untuk Adek. Adek akan belajar makan yang banyak supaya cepat besar. Anak besar kalau lapar, makan nasi; kalau haus minum air putih. Adek mengerti maksud bunda?”

“mm-hm,” dia mengangguk cepat. “Mimik,” pintanya sambil menunjuk ke arah buah dada saya.

“Looh kan adek udah besar.. kalau haus minum air putih.. kalau lapar, makan ya? Jadi.. dadah mimiiik..” kata saya sambil melambaikan tangan.

“Dadah mimik..” tirunya.

Kemudian mukanya berubah sendu. Ia menjatuhkan kepalanya di atas perut saya. Ada sedikit rasa penyesalan dari hati saya. Apakah saya terlalu memaksa? Saya pun memeluknya dengan hangat😥 Inilah saat dimana saya merasa emosional. Sedih, merasakan kesedihan yang dialami Dipa.

Keesokannya, badan saya meriang, tidak enak rasanya. Saya pikir, mungkin sebenarnya saya pun masih belum siap berpisah dengan aktivitas menyusui yang menyenangkan itu. Dipa tidak meminta ASI, tetapi badan saya sepertinya belum siap. Akhirnya, saya kasih juga ASI kepadanya. Dalam hati, saya berpikir, biarlah ini yang terakhir. Ia pun menyusu hingga kenyang dan tertidur.

Dan itu memang menjadi ASI terakhir untuknya.

Ketika keesokannya ia menanyakan tentang mimiknya, ia pun dengan senyumnya yang menawan berkata, “Dadah Mimik..” Alhamdulillah.. :’)

You really make me proud, son..

* * *

P.S. Terima kasih kepada Bunda Ayas Ayuningtias dari group Tambah Asi Tambah Cinta (TATC) di facebook, yang telah berbagi ilmu mengenai WWL sehingga saya bisa belajar bagaimana WWL itu🙂

Terima kasih juga kepada Ayah Eko Susilo Harjo yang telah menjadi Ayah ASI, yang mendukung penuh bunda dalam memberikan ASI kepada anak-anak kita🙂

 

This entry was posted in me as a mom, My Room and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to WWL bersama Dipa (pengalaman menyapih dengan cinta)

  1. anggicupi says:

    Waah alhamdulillah sudah berhasil WWL.. anakku Haikal november ini 2 tahun.. Udah dagdigdug dari sekarang nih.. Ikal yang ada malah tambah lengket sekrang sama ibunya.. Agak rewel, mungkin tau kali ya bakalan dipisahin sama “soulmatenya”? hehe..

  2. hehehe.. gpp mom, tenang saja.. kasih pengertian pelan-pelan ke Haikal ya.. insya Allah nanti dia pelan-pelan juga mengerti dan akan melepaskan “soulmate”-nya dengan kesadarannya sendiri.. Semangat ya, Mom Anggicupi!🙂

  3. rina says:

    Alhmdllh bisa WWL dgn baik. anak saya ailbe nanti juli 2thn. Tapi apakah saat tengah malam haikal tdk mnt nenen ya bun? itu yg sangat saya khwatirkan. Setiap tidur siang atw malam di selang2 tidur pasti ailbe ank saya sll mnt netek. mohon share lbh detail bun.. trims

  4. Menyusui di sela waktu tidur itu saya masukkan dengan menyusui sebelum tidur, bun.. jadi saya kasih aja, biar dia nyenyak tidurnya. Ini yg saya maksud 2x sehari yaitu waktu tidur siang dan malam. Hanya saja kalau dia sudah waktunya beraktivitas, mulai rulesnya seperti anak besar.. yaitu makan kalau lapar dan minum kalau haus. Tapi saya trial nya juga cukup lama Bun, dari beberapa bulan sebelum 2 tahun udah mulai mengurangi frekuensi menyusui plus sounding tentang WWL. Akhirnya berhasil setelah gradually dibiasakan. Bunda semoga berhasil ya bersama Ailbe nanti.. Semangat!🙂

  5. Kristin says:

    Hii mom, mau tanya kalau waktu tidur siang gmna cara menyapih nya ya? Anak sy udh bbrpa hr ini ga tidur siang karena ga menyusu.Tidur malam sementara saya masih kasih asi, soalnya ini msh awal tahap menyapih nya.Jd skrg minum asinya cuma 1x waktu menjelang tidur malam.

  6. Hi juga Mom Kristin!🙂 Dulu menjelang Dipa tidur siang, saya alihkan perhatian dia.. fokusnya biar ga minta ASI. Caranya, perutnya saya bikin kenyang sama makanan n minuman.. trus pas udah tiduran kita sounding berulang.. perhatian dia saya arahkan ke kakaknya. Misalnya sambil bilang, “Lihat tuh kakak udah besar, bobok siangnya ga mimik (ASI) lagi”. Trus pas dia minta ASI lagi, badannya Dipa saya pijit2in.. trus deh pokoknya perhatiannya dialihkan gituu..

    Semoga sukses ya Mom Kristin! ♡♡

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s