Catatan Bunda saat Anak Sakit

Mataku tak lepas dari sejumlah angka-angka yang sedang berjalan itu. Jalannya cukup cepat, membuatku pesimis melihat angka yang kuinginkan.  Lalu angka-angka itu berhenti: 38,4.

Dari tadi, meskipun telah minum obat, tak pernah suhunya turun ke 37. Ah, anakku yang malang. Mengapa ini terjadi padamu?

Andainya aku bisa meminta, Tuhan, tolong aku saja yang merasakan sakitnya, jangan dia! Dia masih sangat kecil, matanya selalu berair, badannya panas dan lemas, ia terlihat menderita!

Oh Tuhan, jika aku berbuat sesuatu yang membuat-Mu marah, jangan Kau timpakan itu padanya. Biarkan aku yang menanggungnya.

Tuhan, tolong sembuhkan anakku.

This entry was posted in Dunia Menulis, me as a mom, My Room and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s