Catatan Bunda Saat Anak Sakit (2)

wpid-IMG-20141014-WA0022.jpg“Bunda, surga itu dimana?”
“di atas langit. Tinggii sekali..”
“Di luar angkasa?”
“Bukan kak. tapi lebih tinggi lagi. Nanti kalau kakak jadi anak sholehah, kalau udah mati, kakak masuk surga insya Allah”
“kenapa harus mati dulu?”
“iya, karena semua orang akan mati. kita hidup di sini cuma sebentar. nanti kalau udah mati, kalau dia orang baik, rohnya akan pergi ke surga”
“bunda kalau kita mati nanti dikubur ke pemancingan?”
“hahaha. bukan di pemancingan kakak, tapi di kuburan. dikubur dalam tanah. bisa dimana saja kok.”
“kenapa kita dikubur di tanah?”
“karena nanti kalau udah mati, jadi membusuk, trus jadi tanah. kita berasal dari tanah, akan kembali ke tanah.”

Itulah sekelumit percakapan saya dan Yasmine (4 tahun) kemarin siang. Baru saja bicara tentang surga dan kematian, sorenya dia demam tinggi. Duh, sport jantung saya.

(daaan pikiran saya pun entah kemana-mana. Oh tidaaak!)

Yasmine saat ini demam naik turun hari ke-5. Tenggorokannya baru-baru ini nyeri dan disusul dengan batuk berdahak. Pagi ini ia dan ayahnya ke dokter. Sedangkan saya menjaga adeknya di rumah, sembari menjaga kondisi saya yang juga sedang drop.

Hasil lab Yasmine menunjukkan adanya infeksi, trombositnya hampir berada pada batas bawah. Dokter menyuruh kami untuk mengulangi tes ini setiap hari hingga ia dinyatakan sembuh, sebab dokter curiga ia terkena DB.

Ini adalah hari ke-7 dari sakitnya anak-anak saya, dan entah hari keberapa jika harus dihitung dari sakitnya ayahnya (sebab saya menduga dari sanalah virus-virus itu berasal). Ayahnya sudah sembuh total. Adeknya sudah dalam tahap pemulihan. Yasmine yang drop sekarang.

Saya sudah merasakan kecemasan yang berlebihan selama seminggu ini. Terlebih rasa bersalah yang hadir sebab merasa bahwa ini semua salah saya. Mengapa mereka sampai sakit, mengapa mereka setelah berhari-hari tidak sembuh juga; itu salah saya. Setidaknya saya merasa begitu.

(makanya hati-hati dengan ibu yang anaknya sedang sakit, biasanya mereka lebih sensitif daripada saat PMS)

Sekarang, puncak ketegangan saya telah lewat. Saya sudah terlalu tegang, sehingga saya pun drop di hari ini. Tenggorokan sakit, ada dahak yang menyangkut di sana, dan sekujur tubuh terutama pinggang belakang dan kaki rasanya pegal sekali. Saya meras tak sanggup lagi untuk merawat anak-anak, tapi saya paksakan, sebab siapa lagi yang akan melakukannya kalau bukan saya? Saya tak akan tega melihat anak-anak saya belum makan malam ketika pukul 08.00 berdentang meskipun mereka menolak makanan apa pun. Karena cara apapun akan saya lakukan agar mereka menelan makanan itu untuk kebaikan mereka. Bagaimana mereka akan pulih jika tidak mau makan? dan apa kabar pula dengan 4-5 macam obat itu?

“Bunda, Nak, meskipun bunda vertigo, bangun bunda demi menyuapi kamu.”
Dan memang seperti itulah saya sehari-harinya.

Benarlah jika ada yang mengatakan bahwa seorang ibu itu tak boleh sakit. Sebab sakit pun ia akan bangun. Jadi jangan sampai sakitlah kan?🙂

*cheers*
🙂

Get well soon, My sweety..  and get well soon to me.. Semoga Allah segera mengangkat penyakit kami. Aamiin..

This entry was posted in Dunia Menulis, me as a mom, My Room and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Catatan Bunda Saat Anak Sakit (2)

  1. zahra.apt says:

    hiks amaaa….:'( i know kayak mana rasanya itu. yg kuat ma, semangaat!!!
    power of mom itu ga terkira besarnya, jgn drop dl.tunggu anak2 sembuh ya, baru boleh sakit dikiit aja hehe..ntar pesen ayahnya buat urusin semuanya bentar, peluuk amaa #nuliskomensambilmewk😥

  2. huhuhuu… iya, Mbak Zahraa..😥
    Makasih ya, Mbaak.. Aan dan Dafi gimana kabarnya Mbak? Semoga mereka segera pulih ya. Mbak juga semangat ya.. Semoga ga pineng lagi..

  3. zahra.apt says:

    alhamdulillah aan udh brgkt sekolah lg pagi ini, dafi nih yg panasnya dtg lg tadi pagi, kepalanya terutama😦 pdhl kmrn udh adem…
    yasmine n dipa msh blm ada perbaikan?sakit apa ya?😦 smg lekas mbaik ya anak2 bunda ama…

  4. ngga kok Mbak.. Yasmine dah Dipa semakin membaik alhamdulillah.. Udah ga ada demam, ceria, mau makan nasi, minum juga banyak.. melegakan melihat mereka har ini. Ama ingat betul kata dokter, “anaknya jangan capek-capek dulu ya.. jangan banyak gerak, ga boleh pecicilan.. kalau terlalu banyak gerak, nanti bisa demam lagi..” Jadi liat mereka lompat-lompat langsung deg2an ama.. Biasalah Mbak, anak-anak, ga terasa sakit sama dia, langsung deh aktif lagi.. sekuat tenagaaa ama tahan gerakan mereka, Mbak.. Kemungkinan ya bukan DB ini.. kalau DB di hari ke 6 biasanya trombosit drop dan anak lemas, rewel gitu kan? Ini kemungkinan ya virus lain yang memang butuh waktu untuk kemudian tubuh bisa melawannya (dengan dibantu obat-obatan dan suplemen).

    Alhamdulillah ya Mbak, Aan udah baikan dan sekolah lagi.. ooh Dafi demam lagi ya? Ini udah hari keberapa Mbak? udah cek lab belum? semoga Dafi segera pulih seperti Kakak Aan yaa.. aamiin🙂

  5. zahra.apt says:

    Alhamdulillah😀 i’m glad to hear that, sehat terus ya yasmine n dipa cup cup mmuah hehe…
    iya si dafi ni kena virus jg kayaknya, br 2 hari ini badannya panas terutamaa kepalanya di pagi hari, tp anaknya maen terus n makannya jg baik, prediksiku mgkn mw pilek ketularan kakaknya

  6. ooh gitu ya Mbak..
    Pesan tante buat Dafi: “banyak minum dan istirahat ya, Dafi sayang.. get well soon.. hug n kisses”😉

Kasih komen dong

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s